PAD Bocor Terus, Wali Kota Beri Penekanan

Mustakim Ali • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:43 WIB
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat buka Rakor PAD di Hotel Horizon Kotaraja, Selasa (8/9/2026).(Foto: Takim/ CEPOSONLINE.COM).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat buka Rakor PAD di Hotel Horizon Kotaraja, Selasa (8/9/2026).(Foto: Takim/ CEPOSONLINE.COM).

CEPOSONLINE.CON, JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan bahwa keberhasilan organisasi perangkat daerah (OPD) kolektor dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukanlah sebuah prestasi, melainkan standar kinerja yang wajib dipenuhi.

Menurut Abisai,  baru dapat disebut prestasi apabila realisasi PAD mampu melampaui target yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan Abisai Rollo saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PAD Kota Jayapura Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Horizon Kotaraja, Selasa (8/9/2026).

“Kalau capai target itu bukan prestasi. Itu standar yang memang harus kita capai. Prestasi itu kalau kita bisa melebihi target,” tegas Abisai.

Ia meminta seluruh OPD yang memiliki tugas sebagai kolektor PAD agar tidak bekerja sekadar memenuhi angka target yang telah ditentukan. Setiap potensi pendapatan yang tersedia harus dapat digali dan dikelola secara maksimal.

Abisai menyoroti adanya potensi kebocoran yang dapat memengaruhi pencapaian PAD Kota Jayapura. Karena itu, pengawasan dan proses penarikan PAD harus dilakukan secara tertib dan transparan. “Yang paling penting adalah pengawasan dan penarikan harus tertib. Jangan sampai ada potensi yang seharusnya menjadi pendapatan daerah, tetapi justru tidak masuk,” ujarnya.

Selain mengevaluasi capaian masing-masing OPD kolektor, Abisai meminta Rakor PAD juga membahas berbagai sumber PAD yang hingga kini belum digarap secara optimal.

Menurutnya, masih terdapat potensi-potensi pendapatan yang perlu diidentifikasi, dikaji dan segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait.

Ia menegaskan, ketika sebuah OPD telah mencapai target PAD, bukan berarti tugasnya berhenti sampai di situ. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan penerimaan daerah.

“Kalau target sudah tercapai, bukan berarti kita berhenti. Kalau masih ada potensi, harus ditarik sebanyak-banyaknya sesuai ketentuan. Karena itu saya minta semua OPD kolektor bekerja maksimal,” katanya.

Dalam Rakor tersebut, Abisai juga meminta agar perkembangan realisasi PAD setiap OPD ditampilkan secara tertib dan transparan. Persentase capaian masing-masing OPD harus dapat diketahui secara terbuka sehingga terlihat jelas OPD mana yang belum mencapai target, sudah mencapai target, maupun telah melampaui target.

Transparansi tersebut, kata dia, penting sebagai bagian dari evaluasi sekaligus mendorong setiap OPD meningkatkan kinerjanya.

“Harus ditampilkan secara transparan. Semua harus tahu OPD mana yang belum mencapai target, mana yang sudah mencapai, mana yang melebihi target, dan mana yang belum maksimal dalam menarik PAD,” tegasnya.

Abisai menambahkan, Rakor PAD tidak boleh hanya menjadi forum untuk melihat angka-angka realisasi. Lebih dari itu, forum tersebut harus mampu menemukan persoalan yang menyebabkan sejumlah OPD belum mencapai target sekaligus merumuskan solusi konkret.

“Dalam rakor ini kita bahas semuanya. Apa kendala masing-masing OPD yang belum mencapai target dan solusi apa yang harus dijalankan. Jangan hanya melihat angkanya, tetapi harus ada langkah untuk memperbaikinya,” pungkasnya.

Dengan demikian, ia berharap seluruh OPD kolektor dapat meningkatkan pengawasan, menggali potensi PAD baru, menutup celah kebocoran serta mengoptimalkan penerimaan daerah guna mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Jayapura.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Ceposonline.com kota jayapura pendapatan asli daerah (PAD)