CEPOSONOLINE.COM,JAYAPURA - Musibah kebakaran yang terjadi di Kota Jayapura, mengundang keprihatinan masyarakat. Banyaknya warga yang menjadi korban, membuat banyak warga, paguyuban, dan komunitas masyarakat tergerak untuk memberikan bantuan
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan seluruh bantuan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, harus disalurkan melalui satu pintu, yakni posko utama Pemerintah Kota Jayapura yang berada di bawah koordinasi Dinas Sosial.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh bantuan yang masuk dapat terdata dan disalurkan secara merata kepada seluruh korban yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.
Pemkot telah menyiapkan Posko utama di kawasan pengungsian yang berada di belakang Stadion Mandala. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan warga terdampak, termasuk dalam hal penerimaan dan distribusi berbagai bentuk bantuan.
Menurut Abisai, mekanisme satu pintu sangat penting dalam situasi bencana agar tidak terjadi ketimpangan dalam pembagian bantuan. Pemerintah perlu mengetahui secara pasti bantuan apa saja yang masuk, jumlahnya, serta kebutuhan masyarakat yang masih harus dipenuhi.
“Semua bantuan harus melalui satu pintu. Di sana sudah ada posko utama Pemerintah Kota Jayapura, di bawah Dinas Sosial. Jadi bantuan yang diberikan kepada masyarakat korban kebakaran harus dikoordinasikan melalui posko tersebut,” tegas Abisai.
Wali kota sendiri sudah menyalurkan bantuan berupa 100 karung beras ukuran 10kg, 200 rak telur, gula pasir 100 kg, minyak goreng, kebutuhan dapur lainnya dan puluhan karton kebutuhan popok balita.
Ia menjelaskan, kebijakan satu pintu ini bukan untuk membatasi masyarakat maupun pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan.
Sebaliknya, mekanisme tersebut bertujuan agar bantuan yang diberikan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat terdampak.
Pasalnya, dalam kondisi bencana, kebutuhan masyarakat sangat beragam. Selain makanan dan minuman, para pengungsi juga membutuhkan pakaian, perlengkapan pribadi, kebutuhan anak-anak, perlengkapan tidur, air bersih serta berbagai kebutuhan lainnya.
Dengan adanya koordinasi melalui posko utama, setiap bantuan yang datang dapat dicatat dan dipetakan sesuai kebutuhan warga yang berada di lokasi pengungsian.
Abisai menyebutkan, saat ini terdapat kurang lebih 10 tenda pengungsian yang telah disiapkan pemerintah untuk menampung masyarakat terdampak kebakaran.
Berbagai fasilitas dasar juga telah disediakan di lokasi pengungsian yang berpusat di belakang Stadion Mandala. Di antaranya dapur umum, toilet umum, kebutuhan air bersih dan fasilitas pendukung lainnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian untuk tetap membantu para korban kebakaran.
Bantuan tersebut dapat berasal dari masyarakat secara pribadi, komunitas, organisasi, pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun kementerian dan lembaga lainnya.
“Yang kita harapkan adalah bantuan itu bisa dirasakan oleh semua korban. Karena itu harus terdata dengan baik, sehingga pembagiannya bisa merata,” katanya.
Di sisi lain, aspek keamanan di kawasan pengungsian juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan tertib.
Abisai mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala. Ia menilai kepedulian berbagai pihak merupakan bentuk solidaritas yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit akibat musibah. (*)