CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, meminta seluruh aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Sekolah Rakyat di Sko Mabo, Distrik Muara Tami.
Hal itu disampaikan Rustan saat menghadiri konsultasi publik Amdal pembangunan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Distrik Muara Tami, Rabu (19/8/2026).
Menurut Rustan, pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program strategis Presiden harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, budaya, adat dan ekonomi masyarakat setempat. Termasuk dampak terhadap lahan, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah serta lalu lintas.
Ia juga menegaskan pentingnya memasukkan budaya dan kearifan lokal Papua dalam konsep sekolah, mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama.
“Budaya lokal harus tertuang di sekolah ini. Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Mereka harus merasa nyaman, tenang dan aman,” ujar Rustan.
Selain pendidikan, Rustan berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat mendorong perekonomian masyarakat dengan mengutamakan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Ia juga meminta pemerintah kampung, tokoh adat, Ondoafi, tokoh agama dan perangkat daerah mendata anak-anak kurang mampu maupun putus sekolah agar mendapat kesempatan bersekolah secara gratis.
Rustan menegaskan, seluruh masukan dalam konsultasi publik harus dirangkum dalam dokumen Amdal dan menjadi pedoman pembangunan.
“Dokumen Amdal harus menjadi kompas dalam pembangunan sekolah ke depan,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan dukungan masyarakat serta tetap menjaga lingkungan dan kepentingan warga sekitar.(*)
Editor : Lucky Ireeuw