Abisai Rollo: Jangan Samakan Tugu Pendidikan Abepura dengan Bundaran HI Jakarta

Mustakim Ali • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:58 WIB
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama jajaran PT Sumber Makmur dan Pimpinan Forkopimda saat penandatanganan prasasti tugu di Abepura, Selasa (18/8/2026) sore.(Foto Takim/CEPOSONLINE.COM)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru bersama jajaran PT Sumber Makmur dan Pimpinan Forkopimda saat penandatanganan prasasti tugu di Abepura, Selasa (18/8/2026) sore.(Foto Takim/CEPOSONLINE.COM)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan bahwa Tugu Pendidikan yang berada di kawasan Lingkaran Abepura memiliki makna dan nilai yang berbeda dengan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta.

Menurut Abisai, Tugu Pendidikan bukan sekadar bangunan yang berdiri di tengah bundaran, tetapi merupakan salah satu ikon Kota Jayapura yang merepresentasikan identitas Port Numbay sebagai kota pendidikan dan kota studi di Tanah Papua.

“Jangan samakan Bundaran HI di Jakarta dengan Tugu Pendidikan yang ada di Lingkaran Abepura,” tegas Abisai saat peresmian sekaligus penandatanganan prasasti tugu di Abepura, Selasa (18/8/2026) sore.

Ia menjelaskan, Kota Jayapura selama ini menjadi salah satu pusat pendidikan di Tanah Papua. Pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah datang ke Kota Jayapura untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan diri.

Karena itu, keberadaan Tugu Pendidikan dinilai memiliki pesan dan nilai sejarah serta simbolis yang penting bagi masyarakat Papua, khususnya warga Kota Jayapura.

Abisai meminta seluruh pihak ikut menjaga keberadaan dan nilai estetika Tugu Pendidikan tersebut. Ia mengingatkan agar kawasan tugu tidak dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas yang dapat mengurangi nilai dan makna dari ikon pendidikan tersebut.

“Kita harus menjaga nilai estetik dan makna daripada Tugu Pendidikan ini. Jangan sampai tempat ini digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Abisai menyampaikan apresiasi kepada PT Sumber Makmur yang telah memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu merawat dan memelihara Tugu Pendidikan.

Menurutnya, langkah yang dilakukan PT Sumber Makmur merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan Kota Jayapura sekaligus dapat menjadi contoh bagi para pengusaha lainnya.

“Kalau pengusaha-pengusaha lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Sumber Makmur, saya yakin Kota Jayapura akan berkembang lebih pesat,” kata Abisai.

Ia menegaskan, pembangunan Kota Jayapura tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi perangkat daerah (OPD). Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Pembangunan Kota Jayapura bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pengusaha dan seluruh unsur lainnya sangat penting. Kita harus berkolaborasi agar Kota Jayapura semakin maju dan berkembang,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili PT Sumber Makmur, Jordi menjelaskan bahwa perhatian perusahaan terhadap Tugu Pendidikan berangkat dari keinginan untuk ikut menjaga salah satu simbol penting bagi pembangunan Tanah Papua.

Ia mengatakan, kondisi Tugu Pendidikan dalam beberapa tahun terakhir terlihat kurang terawat. Sejumlah lampu tidak berfungsi, pencahayaan kawasan menjadi kurang maksimal, sementara warna cat pada bagian tugu juga mulai memudar.

Melihat kondisi tersebut, PT Sumber Makmur kemudian mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Jayapura melalui nota kesepahaman (MoU) untuk membantu melakukan perawatan dan penataan Tugu Pendidikan.

Setelah mendapat persetujuan, perusahaan mulai melakukan sejumlah pembenahan, di antaranya pengecatan ulang tugu, memperbaiki dan memasang kembali lampu yang tidak berfungsi, serta melakukan penataan pada sejumlah bagian kawasan tersebut.

Jordi berharap, setelah dilakukan renovasi dan penataan, masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan Lingkaran Abepura, dapat bersama-sama menjaga Tugu Pendidikan.

“Setelah direnovasi dan ditata kembali, kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan, keindahan dan keberadaan tugu ini, termasuk nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, Tugu Pendidikan diharapkan tidak hanya tampil lebih indah sebagai salah satu ikon Kota Jayapura, tetapi juga tetap menjadi simbol kuat yang mengingatkan bahwa Port Numbay merupakan salah satu pusat pendidikan di Tanah Papua.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
abepura Jopalala Abisai Rollo