Abisai Rollo Doakan Korban Gempa NTT Pada Penutupan Jayapura Fair Dengan Heningkan Cipta 5 Menit

Mustakim Ali • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:49 WIB
 Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru saat dimintai Keterangan usai Upacara HUT RI Ke- 81 di Lapangan AL Hamadi, Senin (17/8/2026).(CEPOSONLONE.COM/MUSTAKIM ALI)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo didampingi Wakilnya, Rustan Saru saat dimintai Keterangan usai Upacara HUT RI Ke- 81 di Lapangan AL Hamadi, Senin (17/8/2026).(CEPOSONLONE.COM/MUSTAKIM ALI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Suasana penutupan Jayapura Fair 2026 di Kota Jayapura berubah penuh haru ketika Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mengheningkan cipta selama lima menit.

Hening cipta tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai ungkapan duka dan solidaritas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah gempa bumi.

Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas untuk merenungkan jasa para pahlawan serta mendoakan saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana.

“Bencana, musibah dan segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan. Karena itu, kita perlu memberikan kekuatan melalui doa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Abisai pada penutupan Jayapura Fair di PTC Entrop, Senin (17/8/2026). 

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga dan masyarakat NTT yang terdampak gempa. Abisai berharap mereka yang selamat diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara masyarakat yang menjadi korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Kita berharap keluarga dan seluruh masyarakat NTT yang terkena dampak gempa bumi mendapatkan kekuatan dari Tuhan, kekuatan hati dan kekuatan doa. Bagi yang selamat, semoga diberikan kekuatan, dan bagi yang menjadi korban, semoga dilapangkan jalannya dan berada di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Ajakan tersebut kemudian diikuti seluruh hadirin. Selama lima menit, suasana di lokasi penutupan Jayapura Fair berlangsung dalam keheningan sebagai wujud penghormatan dan rasa belasungkawa.

Bagi Abisai, momen tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian, persaudaraan dan solidaritas terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi kesulitan.

Ia mengajak masyarakat Kota Jayapura untuk terus menjaga rasa persatuan dan kepedulian, karena masyarakat di berbagai daerah di Indonesia merupakan bagian dari satu keluarga besar bangsa Indonesia.

“Kita boleh berbeda daerah, suku dan agama, tetapi ketika saudara kita mengalami musibah, kita harus hadir melalui doa dan kepedulian,” demikian pesan Abisai.(*)

Editor : Agung Trihandono
Jopalala kota jayapura Abisai Rollo