CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menegaskan bahwa Jembatan Merah Youtefa tidak mungkin ditutup karena merupakan salah satu ikon wisata dan jalur transportasi penting di Kota Jayapura.
Namun, ia mengusulkan sejumlah langkah untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang masih kerap terjadi di kawasan tersebut.
Menurut Rustan, Jembatan Merah Youtefa menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Jayapura. Karena itu, yang perlu dilakukan bukan menutup akses masyarakat, melainkan memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan.
"Orang datang ke Jayapura salah satu tujuan utamanya adalah melihat dan berfoto di Jembatan Youtefa. Ini merupakan ikon wisata yang unik dan menjadi kebanggaan kita," ujar Rustan Saru kepada Cepos, Rabu (15/72026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat berada di atas jembatan. Rustan menilai banyak pengunjung yang terlalu fokus berswafoto hingga nekat memanjat pagar pembatas, padahal jembatan berada tepat di atas Teluk Youtefa.
"Jangan naik ke pagar pembatas atau melakukan hal-hal yang membahayakan hanya demi mendapatkan foto. Kalau lengah, bisa saja terjatuh," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Rustan mengusulkan pemasangan pengeras suara di sejumlah titik strategis untuk menyampaikan imbauan keselamatan secara berkala kepada para pengunjung.
Selain itu, ia meminta kamera pengawas (CCTV) yang sudah terpasang dapat dioptimalkan agar aktivitas di kawasan jembatan lebih mudah dipantau. Mengingat pengelolaan Jembatan Youtefa masih menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), menurutnya diperlukan koordinasi lintas instansi agar pengawasan berjalan maksimal.
Usulan lain yang disampaikan Rustan adalah pemasangan jaring pengaman di bawah jembatan.
Menurutnya, fasilitas tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan dapat menjadi penyelamat apabila terjadi insiden orang terjatuh.
"Kalau ada orang yang terpeleset atau jatuh, masih ada jaring yang menahan sehingga peluang untuk diselamatkan lebih besar," ujarnya.
Rustan juga menyoroti masih maraknya balap liar, aksi berbahaya, hingga kendaraan yang parkir di atas badan jembatan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan.
Ia menegaskan kendaraan roda dua maupun roda empat seharusnya menggunakan area parkir yang telah disediakan, bukan berhenti di atas jembatan.
"Parkir di atas jembatan mempersempit badan jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Kendaraan harus diparkir di lokasi yang telah disediakan," tegasnya.
Menurut Rustan, pengawasan rutin oleh aparat juga perlu terus ditingkatkan, terutama pada malam hari, mengingat masih ditemukan aktivitas masyarakat yang dipengaruhi minuman beralkohol dan berpotensi mengganggu ketertiban.
Ia berharap berbagai usulan tersebut dapat segera dibahas bersama BPJN, Pemerintah Kota Jayapura, Basarnas, Kepolisian, dan instansi terkait lainnya sehingga upaya pencegahan kecelakaan di kawasan Jembatan Merah Youtefa dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap bisa menikmati Jembatan Youtefa dengan aman dan nyaman. Jadi bukan ditutup, tetapi keselamatannya harus diperkuat melalui berbagai langkah pencegahan," pungkasnya.(*)
Editor : Elfira Halifa