CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Puluhan siswa bersama orang tua mendatangi kegiatan Ruang Diskusi Publik "Torang Tanya Wali Kota Menjawab" untuk menyampaikan keluhan terkait hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah negeri di Kota Jayapura, Senin (29/6/2026) pagi.
Mayoritas aduan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan anak-anak mereka yang tidak diterima di sekolah negeri, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Aduan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Plt. Sekda dan sejumlah pimpinan OPD.
Sejumlah orang tua mengaku kecewa karena anak mereka tidak lolos seleksi, meski telah mendaftar di sekolah yang berada di wilayah domisili.
Beberapa sekolah yang menjadi sorotan di antaranya, SMP Negeri 5 Jayapura, SMA Negeri 1 Abepura, SMA Negeri 2 Jayapura, SMA 4 Jayapura, SMP Negeri 2 Jayapura, dan SMP Negeri 1 Jayapura.
Menanggapi keluhan tersebut, Rustan Saru langsung meminta Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar para siswa yang belum tertampung tetap dapat memperoleh haknya untuk bersekolah.
"Hari ini kami kembali membuka ruang publik bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Banyak sekali masukan yang kami terima, dan sebagian besar berkaitan dengan persoalan penerimaan siswa baru,"ungkap Rustan Saru saat ditemui Ceposonline.com usai kegiatan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima, terdapat dua siswa jenjang SD, 23 siswa SMP, 40 siswa SMA, serta satu mahasiswa yang menyampaikan persoalan pendidikan.
Menurut Rustan, sebagian besar siswa tidak diterima di sekolah yang menjadi pilihan mereka karena sistem seleksi maupun persyaratan yang belum terpenuhi.
"Hampir semuanya tertolak di sistem saat pendaftaran. Tentunya sekolah memiliki alasan tertentu dan kemungkinan ada persyaratan yang belum terpenuhi,"katanya.
Untuk mencari solusi, Pemerintah Kota Jayapura meminta seluruh orang tua menyerahkan kembali berkas pendaftaran serta dokumen identitas guna dilakukan pengecekan, terutama terkait kesesuaian domisili pada jalur zonasi.
Ia juga menginstruksikan para kepala bidang di Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait guna melihat kemungkinan masih adanya kuota yang dapat dimanfaatkan.
"Kalau memang masih ada ruang, tentu kita upayakan agar anak-anak ini bisa diakomodasi. Namun yang menjadi kendala adalah banyak sekolah favorit yang jumlah pendaftarnya jauh melebihi daya tampung," jelasnya.
Rustan Saru menambahkan, keterbatasan ruang kelas menjadi salah satu penyebab utama tidak semua calon siswa dapat diterima di sekolah yang diinginkan.
Karena itu, Pemkot Jayapura akan mengupayakan penempatan siswa di sekolah lain yang lokasinya masih berdekatan dengan domisili mereka.
"Misalnya SMA Negeri 4 sudah penuh, maka bisa diarahkan ke SMA Negeri 8 yang lokasinya juga tidak jauh. Yang terpenting, semua anak tetap bisa memperoleh akses pendidikan,"pungkasnya. (*)
Editor : Yohanes Palen