CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan bahwa pembangunan di Tanah Papua harus tetap menghormati sejarah hidup masyarakat adat serta menjaga identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Hal itu disampaikan Abisai saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026 yang berlangsung di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura, Jumat (29/5/2026).
Menurut Abisai, konferensi tersebut memiliki makna yang sangat penting dan strategis karena berlangsung di tengah dinamika pembangunan Papua yang terus bergerak maju.
Ia mengatakan, kehadiran Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) serta Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun Papua secara lebih adil, inklusif, dan bermartabat.
“Pemerintah pusat melalui visi besar Presiden juga terus menegaskan bahwa Papua adalah masa depan strategis Indonesia di kawasan Pasifik,”ungkap Abisai Rollo.
Meski demikian, Politisi Golkar ini menekankan bahwa, pembangunan Papua tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik semata.
Menurutnya, pembangunan juga harus berfokus pada peningkatan kualitas manusia Papua, perlindungan ruang hidup masyarakat adat, penguatan budaya lokal, serta menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan.
“Pembangunan Papua harus tumbuh dari akar budaya masyarakatnya sendiri,”tegas Mantan Ketua DPRK Kota Jayapura ini.
Abisai Rollo menjelaskan, Papua memiliki kekayaan nilai, pengetahuan tradisional, sistem sosial, hingga ekologi yang diwariskan lintas generasi.
Seluruh kekayaan tersebut, kata dia, bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.
“Karena itu pembangunan di Tanah Papua harus menghormati sejarah hidup masyarakatnya, mengakui lembaga-lembaga adat, dan memperkuat sumber daya manusia secara menyeluruh,”tegasnya kembali.
Dalam kesempatan itu, Abisai Rollo juga memberikan apresiasi kepada APS sebagai komunitas profesional global putra-putri Papua yang sejak tahun 2019 terus hadir sebagai forum intelektual, analisis kebijakan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan Papua.
Kata Abisai Rollo, APS telah berhasil membangun jejaring profesional lintas wilayah dan negara yang mempertemukan akademisi, birokrat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Ini adalah kekuatan besar bagi masa depan Papua. Saya percaya konferensi APS ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi kebijakan bagi percepatan pembangunan Papua ke depan,”ujar pria yang biasa disapa ABR ini.
ABR menambahkan, pembangunan Papua tidak hanya membutuhkan percepatan, tetapi juga harus tepat sasaran dan tetap berakar pada identitas budaya serta penghormatan terhadap manusia Papua.
“Kita ingin Papua maju tanpa kehilangan jati dirinya. Kita juga ingin masyarakat adat menjadi subjek utama dalam pembangunan,” tutup ABR. (*).
Editor : Yohanes Palen