Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Rustan Saru Beri Warning Petugas Nakes di Kota Jayapura, Ini Alasannya

Yohanes Palen • 2025-11-25 11:32:34
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota, Rustan Saru saat melakukan sidak di Puskesmas Elly Uyo Polimak belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/ HANS PALEN).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota, Rustan Saru saat melakukan sidak di Puskesmas Elly Uyo Polimak belum lama ini. (CEPOSONLINE.COM/ HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kasus kematian ibu hamil Irene Sokoy dan bayinya setelah ditolak 4 Rumah Sakit di Jayapura kini mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Wali Kota Jayapura, H.Rustan Saru.

Pihaknya kini memberikan warning keras kepada semua petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Ramela.

Ia berharap kasus serupa tidak terjadi dipusat layanan kesehatan milik Pemerintah Kota Jayapura.

"Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk diperhatikan disemua pusat layanan kesehatan milik Pemkot Jayapura,"ucap H.Rustan Saru.

Wakil Wali Kota 2 periode ini menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan yang berada di bawah kewenangan Pemkot Jayapura.


Rustan Saru kini menyampaikan, seluruh tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Ramela dan seluruh puskesmas di Kota Jayapura diinstruksikan langsung oleh Wali Kota untuk tidak melakukan penolakan pasien dalam kondisi apapun.

"Tidak boleh ada penolakan pasien. Tidak boleh mempersulit mereka. Kita bantu dan layani mereka,"tegasnya.

Sambung Rustan Saru, apabila pasien membutuhkan rujukan atau penanganan medis lanjutan, fasilitas kesehatan wajib memberikan penjelasan dan rujukan yang baik dan tidak menghambat proses tersebut.

Selain itu kondisi ekonomi pasien juga tidak boleh menjadi alasan penolakan dan itu tidak boleh terjadi.

“Jangan sampai menolak gara-gara uang tidak ada. Layani dulu, masalah uang urusan berikutnya yang nanti bisa dibicarakan. Yang terpenting masyarakat tertolong dulu,"ucapnya.

Politisi PAN ini juga menyoroti permasalahan sistem pelayanan yang selama ini terjadi, di mana pasien kerap diminta menyelesaikan administrasi sebelum mendapat tindakan medis.

Ia menegaskan bahwa sistem tersebut perlu diubah demi mempercepat layanan, terutama pada kasus-kasus darurat.

“Yang menjadi persoalan sekarang di Kota ini adalah administrasi dulu baru pelayanan. Ini yang perlu kita ubah ke depan. Orang datang berobat, periksa dulu, baru administrasi. Supaya masyarakat merasa terbantu dan senang,"pintanya.

Meski memahami bahwa rumah sakit memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), Wakil Wali Kota menekankan adanya kebijakan fleksibel yang harus diberikan pada kondisi emergensi.

“Kita tahu rumah sakit punya SOP. Tetapi ada kebijakan-kebijakan yang perlu kita terapkan untuk menolong masyarakat kalau ini emergensi,"jelasnya.

Pemkot juga mendorong agar rumah sakit dan seluruh puskesmas mengedepankan pelayanan cepat, ramah, dan tanpa hambatan bagi seluruh warga Kota Jayapura.

"Saya berharap masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan yang lebih mudah, efektif, dan manusiawi, serta mengurangi keluhan terkait penolakan atau kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan dasar,"tutup H.Rustan Saru. (*).

Editor : Abdel Gamel Naser
#wakil wali #kota jayapura #rustan saru