Giliran Keondoafian Skouw Yambe Sepakat Serahkan Aset Wisata ke Pemkot Jayapura Untuk Dikelola

Yohanes Palen • Dipublikasikan Kamis, 29 Mei 2025 | 17:09 WIB

 

Kepala Suku Patipeme, Alfons Patipeme saat menyerahkan surat pernyataan hasil kesepakatan Keondoafian Kampung Skouw Yambe kepada Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Kepala Suku Patipeme, Alfons Patipeme saat menyerahkan surat pernyataan hasil kesepakatan Keondoafian Kampung Skouw Yambe kepada Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Keondoafian Kampung Skouw Yambe kini telah bersepakat untuk menyerahkan aset wisata mereka untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura.

 

Kesepakatan ini dibuat dalam surat pernyataan sikap yang selanjutnya diserahkan kepada Wali Kota Jayapura.

 

"Jadi, kami para kepala suku bersama ondoafi telah duduk bersama di para-para adat dan telah bersepakat beberapa hal penting dalam mendukung posisi Wali Kota Jayapura dalam menjalankan visi dan misinya membangun kota ini,"ungkap Kepala Suku, Alfons Patipeme. 

 

Kata Alfons Patipeme bahwa ada beberapa poin kesapakatan yang dibuat diantaranya, keondoafian adat Kampung Skouw Yambe mendukung semua program wali kota dan wakil wali kota selama lima tahun kepemimpinan mereka.

 

Kemudian keondoafian adat Kampung Skouw Yambe bersedia menyerahkan seluruh aset wisata untuk dikelola oleh pemerintah dengan sistem bagi hasil

 

"Kami masyarakat Kampung Skouw Yambe juga meminta agar Muara Tami ke depannya dimekarkan jadi kabupaten,"terangnya.

 

Pihaknya juga meminta agar ada tambahan pemekaran distrik dan kelurahan di Distrik Muara Tami.

 

Selain itu masyarakat Kampung Skouw telah bersepakat untuk tidak melakukan aksi palang memalang dan aksi demo selama kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo.

 

Sementara itu Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan tiga Kampung Skouw ini bersepakat untuk menyerahkan aset wisata mereka untuk dikelola oleh Pemerintah Kota Jayapura.

 

"Ini langkah bagus dan tentunya aset-aset wisata di tiga Kampung Skouw ini nanti ditata baik oleh pemerintah agar bisa mendapatkan PAD bagi Pemkot dan juga masyarakat setempat,"jelas Abisai Rollo.

 

Kata Abisai Rollo, mudah-mudahan langkah yang diambil oleh masyarakat adat di tiga Kampung Skouw tersebut bisa diikuti juga oleh masyarakat adat di kampung lainnya.

 

Ia juga berharap masyarakat adat tidak perlu lagi melakukan aksi palang memalang di Kota Jayapura.

 

"Saya inginkan agar selama kepemimpinan saya tidak ada aksi palang dan demo. Kalau ada masalah cukup datang lapor kesaya dan pasti saya selesaikan,"tegasnya.

 

Menurutnya, program Turkam ini adalah salah satu langkahnya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di kampung.

 

Ia juga ingin melihat langsung sejauh mana kehidupan masyarakat di kampung selama ini.

 

"Saya ingin agar masyarakat di kampung itu sejahtera dan tidak menderita karena tidak diperhatikan oleh pemerintah. Untuk itu selama kepemimpinan saya pembangunan di kota ini harus mulai dari kampung,"pungkas Abisai Rollo. (*).

Editor : Elfira Halifa
Walikota jayapura Ceposonline.com Abisai Rollo