Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Masyarakat Adat Kampung Skouw Sae Sepakat Tidak Palang dan Serahkan Pengelolaan Wisata ke Pemkot Jayapura

Yohanes Palen • Kamis, 22 Mei 2025 | 17:34 WIB
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat melakukan pertemuan dengan para Ondoafi dan kepala suku di Kampung Skouw Sae. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKOT)
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat melakukan pertemuan dengan para Ondoafi dan kepala suku di Kampung Skouw Sae. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKOT)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kahadiran Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo di tengah masyarakat di Kampung Skouw Sae nampaknya membawa kebahagian tersendiri bagi masyarakat adat setempat.

Adapun Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo berada di Kampung Skouw Sae selama 3 hari 3 malam. Ia nginap di tengah masyarakat dengan hanya menggunakan tenda dan kehadirannya memang dirindukan oleh warga setempat.

Kahadiran Abisai Rollo sebagai seorang tokoh adat Ondoafi besar memang sangat dihormati oleh masyarakat di Kampung Skouw Sae.

Kini, masyarakat adat setempat mulai dari para Ondoafi hingga para Kepala suku sepakat untuk mendukung semua kebijakkan Wali Kota Jayapura selama lima tahun ke depan.

Adapun masyarakat adat Skouw Sae sepakat untuk tidak melakukan aksi demo dan palang selama kepemimpinan Abisai Rollo sebagai Wali Kota Jayapura.

"Saya sudah lakukan pertemuan dengan para Ondoafi dan para kepala suku di para-para adat di Kampung Skouw Sae,"ungkap Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Kata Abisai Rollo bahwa kampung-kampung di Kota Jayapura ini ada Ondoafi dan kepala sukunnya, sehingga dirinya perlu berbicara sendiri dengan mereka untuk beberapa hal penting.

Salah satu yang dibahas dimana ia meminta agar para Ondoafi dan kepala suku bersama masyarakatnya mendukung semua programnya bersama Wakil Wali Kota 5 tahun kedepan.

"Saya dan wakil wali kota sudah dipilih oleh warga di Kota Jayapura dan kita menang semua di kampung-kampung, kalau mereka percayakan kita membangun kota ini maka kita siap berkerja,"tegas pria yang disapa ABR ini.

Sambung ABR bahwa salah satu yang dimintanya adalah agar tidak ada lagi palang memalang di Kota ini. Selain itu tidak ada lagi bentuk aksi demo apapun selama kepemimpinannya di lima tahun ke depan.

"Jadi, mau masalah tanah atau apa pun itu bawa ke saya dan pasti saya selesaikan. Tidak perlu dengan cara demo atau palang,"tegas ABR.

Menurut ABR, jika 10 kampung adat di Kota Jayapura semua sepakat, maka yakin Kota Jayapura ini pasti aman dari semua masalah. Dengan begitu juga pasti ada investor yang bisa datang berinvenstasi di kota ini.

"Terkadang para investor takut datang berinvestasi disini kalau ada palang-palang atau demo dan pastinya mereka tidak berani,"bebernya.

Sebaliknya kata ABR, jika kota ini aman dari masalah, maka pastinya banyak investor yang datang berinvestasi disini dan jelas kota ini semakin maju.

"Semua ondoafi dan kepala suku di Kampung Skouw Sae sepakat dan sudah tanda tangani, mereka setuju semuanya,"jelas ABR.

Tambah ABR bahwa masyarakat adat juga telah sepakat untuk pengelolan wisata pantai mereka nantinya diserahkan kepada Pemerintah Kota Jayapura dengan sistem bagi hasil.

"Nanti pantai-pantai dan tempat wisata di Kampung Skouw Sae diserahkan ke pemerintah untuk dikelola, hasilnya 90 persen kita serahkan kepada adat atau pemilik ulayat dan 10 persen pemerintah ambil untuk PAD,"terangnya.

Adapun tujuan pengelolaan wisata diambil alih oleh Pemerintah Kota Jayapura agar bisa dikelola secara baik

"Sistem pengelolannya yang kita atur termasuk penyediaan fasilitasnya. Sehingga masyarakat umum yang hendak ingin refresing atau peknik ke tempat wisata itu aman,"pungkas ABR. (*).

Editor : Elfira Halifa
#kota jayapura #Abisai Rollo