CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Komisi B DPRK Jayawijaya menemukan adanya tingkatan harga BBM yang bervariasi di tingkat pengecer dari Rp 35000 per liter untuk Pertalite, sedangkan untuk solar Rp berada di angka 50.000 per liter, pada hal harga het di APMS tak mengalami kenaikan dan masih normal. Rabu (21/10/2026).
Ketua Komisi B DPRK Jayawijaya Yoseph Lokobal menegaskan jika , sejak pagi hari Anggota Komisi B DPRK Jayawijaya sudah keliling kota Wamena guna mengecek harga BBM di tingkat pengecer yang bervariasi dan juga melonjak tinggi, meskipun hingga saat ini stok masih cukup dan harga juga masih normal di setiap APMS.
“Terkait dengan gejolak harga BBM ditingkat pengecer yang bervariasi ini karena pemiliknya sesuka hati menaikkan harga sepihak, padahal BBM berasal dari yang bersubsidi namun di jual kembali dengan harga industri,”ungkapnya di kantor DPRk Jayawijaya
Fenomena ini kembali lagi berbicara soal antrean kendaraan yang sengaja mengisi BBM dengan tujuan dikumpulkan dan di jual kembali dengan harga industri serta juga peredaran kupon pengendali BBM yang berlebihan sehingga memang membutuhkan pengawasan secara menyeluruh .
“Selain kendaraan yang melakukan pengisian untuk di jual kembali, juga termasuk peredaran kupon pengendali yang berlebihan untuk lakukan pengisian BBM menggunakan jerigen,”jelas Yoseph
Hal- hal ini yang membuat banyak kendaraan umum yang tidak mendapat jatah BBM bersubsidi sehingga harus dibeli di pengecer hingga dengan harga yang tidak wajar, masalah ini harus ditindaklanjuti bersama agar BBM bersubsidi ini sampai kepada masyarakat.
“Kami minta Disperindag dan PTSP, Dishub, dan kepolisian ikut dalam melakukan pengawasan bersama, sebab korbannya adalah masyarakat sehingga harga BBM di tingkat pengecer harus diseimbangkan kembali,”tutup Ketua Komisi B (*)
Editor : Lucky Ireeuw