DPC PBB Kabupaten Jayawijaya Tetapkan Peraturan Organisasi dan Susun Program Kerja

Deni Tonjau • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 16:17 WIB
Ketua DPC PBB Jayawijaya Raja Sibarani saat menerima peraturan organisasi dan rencana program kerja dari tim perumus di ball room Hotel Grand Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (3/10/2026). (Ceposonline.com/Deni)
Ketua DPC PBB Jayawijaya Raja Sibarani saat menerima peraturan organisasi dan rencana program kerja dari tim perumus di ball room Hotel Grand Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (3/10/2026). (Ceposonline.com/Deni) 

CEPOSONLINE.COM.WAMENA - Dewan Pempinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Jayawijaya mulai melakukan rapat kerja daerah tentang penetapan dan sosialisasi peraturan organisasi  dan rencana program kerja yang  pertama usai resmi terbentuk di wilayah tersebut. Sabtu (3/10/2026).

Ketua DPC PBB Jayawijaya Raja Sibarani menyatakan ini salah satu agenda terpenting DPC PBB di Kabupaten Jayawijaya, dimana  semua tentang peraturan dari organisasi telah disampaikan dari tim perumus. Aturan tersebut akan mengatur langkah dan arah kerja dari DPC PBB Jayawijaya kedepan.

"Hari ini menjadi sejarah bagi kami karena agenda sosialisasi aturan dan organisasi dan rencana program kerja menjadi yang pertama kali dilakukan semenjak DPC PBB Jayawijaya berdiri,"ungkapnya di Hotel Grand Baliem Wamena.

Ia mengaku selama DPC PBB Jayawijaya berdiri selama 3 tahun  itu masih banyak yang perlu dibenahi, meskipun ada banyak hal yang sudah dilakukan sebelumnya namun dirasakan masih belum memenuhi kebutuhan warganya di Wilayah Papua Pegunungan.

"Untuk peraturan yang dikeluarkan hari ini ada banyak hal yang akan ditambahkan di dalam organisasi namun aturan ini diluar dari aturan ADRT secara nasional, artinya aturan tambahan ini hanya berlaku untuk DPC PNN Jayawijaya,"kata Raja Sibarani.

Aturan tambahan yang dikeluarkan ini, karena melihat situasi yang ada di daerah, sehingga ada agaran rumah tangga yang ditambah dan juga dikurangi, sehingga diharapkan pengurus PBB bisa melakukan banyak hal sehingga DPC Jayawijaya bisa bekerja lebih baik dan tetap solid mulai dari dewan kehormatan, Ketua , Sekretaris dan Bendahara (KSB).

"Kita akan merangkul semua anggota yang ada akan di dorong untuk bekerja lebih baik guna menghasilkan harapan yang lebih baik kedepan khususnya dalam menjalankan misi sosial dan kemanusiaan," ujar Sibarani.

Di tempat yang sama Dewan kehormatan DPC PBB Jayawijaya Walden Hood Sinaga menyatakan ini menjadi titik awal untuk membentuk PBB di Jayawijaya dengan dasar pemikiran keutuhan warga batak dalam perjalan pulang kampung, musibah duka dan bencana atau hal -hal kemanusiaan perlu dilakukan pengembangan jaringan.

"Perluasan penanganan kebutuhan contoh seperti duka, kita bisa lakukan pengantaran jenazah dari Wamena sampai ke kampung halaman, dari sekian banyak organisasi yang berbasis suku batak, PBB yang punya jaringan kuat, sigap, dengan prinsip kemanusiaan menjadi pertimbangan pendirian ormas itu," jelasnya

Pembentukan PBB sifatnya membangun persaudaraan dan kepentingan kemanusiaan, sosial dan terutama bagi warganya yang ada di Jayawijaya serta anak -anak yang bersekolah di luar Papua, sehingga apabila terjadi sesuatu maka ada jaringan seperti ini yang bisa membantu atau dihubungi.

"Semua kemudahan itu hanya bisa didapatkan dalam organisasi PBB karena jaringannya cukup luas, tak hanya berskala nasional namun juga internasional," tutup Walden. (*)

Editor : Agung Trihandono
dpc Jayawijaya Ceposonline.com PBB