Sopir Lajuran Tewas Ditembak dan Ditemukan Hangus di Habema, Satgas Cartenz Usut Pelaku

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 04:26 WIB
Tim Gabungan Satgas Ops Damai Cartenz, Polres Jayawijaya, dan Satgas Koops TNI Habema melakukan olah TKP evakuasi korban pembunuhan di KM 32 Jalan Poros Habema, Jayawijaya. (Foto: SATGAS ODC 2026).
Tim Gabungan Satgas Ops Damai Cartenz, Polres Jayawijaya, dan Satgas Koops TNI Habema melakukan olah TKP evakuasi korban pembunuhan di KM 32 Jalan Poros Habema, Jayawijaya. (Foto: SATGAS ODC 2026). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026, Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua, dan Satgas Koops TNI Habema menindaklanjuti kasus dugaan penghadangan dan pembunuhan terhadap seorang sopir angkutan lajuran rute Wamena–Mbua berinisial AS (41).

Insiden bermula pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIT saat korban melintas di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dengan membawa bahan pokok serta sembilan penumpang.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengonfirmasi bahwa penyisiran dilakukan usai menerima laporan penumpang yang selamat. Namun, pencarian awal pada Selasa malam terhambat cuaca ekstrem.

“Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi dari kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo, Rabu (16/9/2026).

Pada Rabu pagi, tim gabungan menemukan truk angkutan tersebut berada di dasar jurang sedalam 13 meter dalam kondisi hangus terbakar bersama jenazah korban di dalamnya.

Petugas langsung mengamankan perimeter dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban,” jelas Yusuf.

“Selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses identifikasi untuk mengetahui pelaku dalam kejadian ini,” lanjutnya.

Mengenai dugaan keterlibatan kelompok bersenjata, kepolisian masih menguji informasi intelijen di lapangan.

“Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” kata Yusuf.

Pihaknya menepis keras tuduhan yang menyudutkan profesi korban di media sosial.

“Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lanjuran ini merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” tegasnya.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” pungkas Yusuf.

Jenazah AS telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk visum luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani memastikan proses hukum berjalan tegas.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Habema. Kami melakukan langkah penanganan secara profesional dan terukur, mulai dari pencarian, TPTKP, olah TKP, pengamanan barang bukti, hingga evakuasi korban,” ujar Irjen Pol Faizal.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan terukur. Kami akan memastikan seluruh fakta dikumpulkan dan setiap pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengingatkan warga agar selalu mengutamakan faktor keselamatan dan memanfataan fasilitas pengawalan aparat jika hendak melintas di jalur rawan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan,” ujar Kombes Pol Adarma.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Habema Jayawijaya Satgas damai cartenz