Puncak Musim Kemarau Picu Embun Beku dan Hujan Es Di Dataran Tinggi

Deni Tonjau • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:17 WIB
Forecaster BMKG Stasiun Wamena Ahmad Armanda Saat memberikan keterangan di kantor BMKG Wamena. Rabu (26/8/2026) Foto: Deni Tonjauw 
Forecaster BMKG Stasiun Wamena Ahmad Armanda Saat memberikan keterangan di kantor BMKG Wamena. Rabu (26/8/2026) Foto: Deni Tonjauw 

CEPOSONLINE.COM, WAMENA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Wamena memastikan puncak dari musim kemarau saat ini berada di bulan Agustus dan September mendatang yang dibarengi dengan embun beku dan hujan es di wilayah ketinggian di malam hari. Rabu (26/8/2026).

Forecaster BMKG Stasiun Wamena Ahmad Armanda menyatakan untuk musim kemarau ini sudah masuk sejak bulan Mei dan Juni, sementara untuk puncaknya dimulai pada Juli, Agustus dan September dan akan berakhir diperkirakan pada bulan Oktober secara umum.

"Saat ini menjadi puncak dari musim kemarau dampaknya adalah kekeringan dan udara dingin di malam hari yang akan memicu terjadinya hujan es dan embun beku di beberapa daerah yang ada di ketinggian wilayah Papua Pegunungan," ungkapnya di Wamena.

Udara dingin ini memicu terbentuknya awan sibi diatas atmomorfer dengan temperatur yang tinggi sehingga bisa membentuk embun beku atau hujan es bagi wilayah -wilayah yang ada di dataran tinggi, sehingga selama musim kemarau ini masyarakat diminta untuk terus waspada.

"Embun beku dan hujan es ini akan terus berlangsung selama musim kemarau ini berlangsung, tentunya udara seperti ini bisa dirasakan karena siang hari udara panas dan di malam hari dingin,"jelas Armanda.

Waktu pastinya embun beku dan hujan es ini berakhir, BMKG Stasiun Wamena belum bisa prediksikan, namun kemungkinan terjadinya fenomena alam tersebut kemungkinan besar disebabkan dari puncak dari musim kemarau yang saat ini dirasakan.

"Kami tidak bisa prediksi kapan embun beku dan hujan es di wilayah ketinggian ini berakhir, namun kami hanya bisa memberikan imbauwan kepada masyarakat untuk tetap waspada." tutup Forecaster BMKG Stasiun Wamena. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Jayawijaya Ceposonline.com wamena BMKG