Larang Burqa dan Hijab di sekolah, Begini  Alasan Perdana Menteri Italia 

Agung Trihandono • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:14 WIB
Ilustrasi hijab dan burqa
Ilustrasi hijab dan burqa

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Banyaknya pelajar asing yang sekolah di Italia, menjadi ancaman tersendiri bagi anak-anak asli  Italia, yang justru terlihat menjadi kelompok minoritas di dalam kelas.

Seperti dilansir Antara, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Minggu (20/9), mengatakan bahwa Italia sedang mempersiapkan langkah kebijakan untuk membatasi jumlah siswa asing di sekolah serta melarang penggunaan burqa dan hijab di lingkungan sekolah.

"Anak-anak Italia tidak boleh merasa seperti kelompok minoritas di dalam kelas," kata Meloni dalam acara Fenix, sebuah festival pemuda nasional yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan dari partainya, Brothers of Italy (FdI).

"Sungguh tidak masuk akal jika ruang kelas Italia, anak-anak Italia merasa terpojok karena mereka menjadi kelompok minoritas. Hal itu tidak bisa dibiarkan," tambahnya, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita ANSA.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa pemerintahannya akan melarang penggunaan burqa dan hijab di sekolah.

Meloni juga mengatakan bahwa orang tua dari siswa asing yang kesulitan beradaptasi dengan sistem sekolah akan diwajibkan untuk mempelajari bahasa Italia.

Menurut Meloni, langkah kebijakan itu diperkirakan akan segera diajukan ke Dewan Menteri. (*)

Editor : Agung Trihandono
hijab burqa Ceposonline.com