Kontak Senjata di Hitadipa, Empat Anggota OPM Tewas, TNI Sita Senjata dan Amunisi

Karolus Daot • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:44 WIB
Satgas Koops TNI Habema melalui personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur mengamankan BB milik OPM di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HABEMA)
Satgas Koops TNI Habema melalui personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur mengamankan BB milik OPM di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HABEMA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Satuan Tugas Operasi Gabungan (Satgas Koops) TNI Habema melalui personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

Operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi gangguan kelompok bersenjata.

Pengamanan dilakukan menyusul informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah tersebut.

 Personel TNI melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati guna memastikan situasi di lapangan serta mencegah ancaman terhadap warga.

Dalam pelaksanaannya, terjadi kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata tersebut.

 Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas—dua orang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya dilaporkan terjatuh ke jurang saat baku tembak berlangsung.

Dari lokasi kejadian, personel TNI turut mengamankan sejumlah barang bukti yang teridentifikasi meliputi satu pucuk senjata SS2 V1, satu senjata laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu magasin SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

 Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan untuk keperluan pendalaman lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Prioritaskan Keselamatan Warga

Panglima Koops TNI Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

"Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan," ujar Riyanto.

Ia menambahkan, tujuan akhir operasi bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang—mulai dari berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, hingga layanan kesehatan, pemerintahan, adat, dan keagamaan yang berjalan normal.

Pangkoops turut mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan jalan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik," tegasnya.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang memungkinkan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.

"Bagi Koops TNI Habema, keberhasilan operasi bukan hanya ketika ancaman dapat dikendalikan, tetapi ketika ruang yang semakin aman dapat kembali menjadi ruang kehidupan—tempat masyarakat bekerja, anak-anak belajar, keluarga hidup bersama, dan harapan akan Papua yang damai terus tumbuh," pungkas Riyanto. (*)

Editor : Agung Trihandono
opm tpnpb Habema INTAN JAYA