CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Novel Dune karya Frank Herbert bukan sekadar cerita fiksi ilmiah tentang planet gurun, perebutan kekuasaan, dan perjalanan Paul Atreides. Di balik dunia Arrakis yang dibangun Herbert, terdapat beragam pengaruh budaya, bahasa, sejarah, dan pemikiran Islam serta Timur Tengah.
Pengaruh tersebut terlihat melalui sejumlah istilah berbahasa Arab, konsep keagamaan, kehidupan masyarakat Fremen, hingga gagasan tentang siklus kekuasaan dan perlawanan terhadap imperium.
Motif-motif tersebut membuat Dune memiliki lapisan cerita yang lebih kompleks. Dunia yang diciptakan Herbert tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi juga meminjam sejumlah gagasan dari sejarah dan kebudayaan dunia Islam.
Berikut empat jejak pengaruh Islam dan Timur Tengah dalam Dune, seperti dilansir dari JawaPos.com, Senin (24/8/2026).
1. Membangun Budaya Fremen yang Terinspirasi Masyarakat Timur Tengah
Pengaruh Timur Tengah paling mudah terlihat melalui masyarakat Fremen, penduduk asli Arrakis yang hidup di tengah gurun ekstrem.
Herbert menggunakan sejumlah istilah dan unsur budaya Arab untuk membangun identitas Fremen. Beberapa di antaranya adalah Mahdi, Muad'Dib, dan jihad.
Kehidupan Fremen yang sangat bergantung pada air, memiliki ikatan sosial yang kuat, serta mampu bertahan di lingkungan gurun juga memperlihatkan kemiripan dengan kehidupan sejumlah masyarakat gurun di Timur Tengah.
Arrakis kemudian menjadi ruang penting bagi Herbert untuk menggambarkan hubungan antara lingkungan, budaya, dan cara sebuah masyarakat mempertahankan kehidupannya.
2. Mengembangkan Gagasan Keagamaan dan Spiritualitas
Unsur Islam juga hadir dalam sistem kepercayaan masyarakat Fremen.
Herbert menggunakan istilah ZenSunni, yang merupakan perpaduan unsur Zen Buddhisme dan Islam Sunni. Selain itu, terdapat konsep Mahdi, sosok penyelamat yang dinantikan masyarakat Fremen.
Konsep tersebut kemudian berkaitan erat dengan perjalanan Paul Atreides. Setelah tiba di Arrakis dan berinteraksi dengan Fremen, Paul perlahan dipandang sebagai sosok yang memiliki hubungan dengan ramalan dan harapan mereka.
Agama dalam Dune tidak hanya berfungsi sebagai latar budaya. Kepercayaan masyarakat juga menjadi kekuatan yang memengaruhi politik, kepemimpinan, dan perubahan kekuasaan.
3. Mengadaptasi Pemikiran Ibnu Khaldun Mengenai Siklus Kekuasaan dan Perubahan Masyarakat
Jejak pemikiran Islam dalam Dune juga dapat ditemukan dalam gagasan mengenai bangkit dan runtuhnya sebuah kekuasaan.
Pemikiran Ibnu Khaldun, cendekiawan Muslim abad ke-14, mengenai solidaritas kelompok dan siklus perubahan kekuasaan memiliki kemiripan dengan konflik antara Fremen dan Kekaisaran Galaksi.
Herbert bahkan menggunakan nama Kitāb al-ʿIbar, yang berarti Kitab Pelajaran, sebagai salah satu teks keagamaan dalam dunia Fremen. Nama tersebut merujuk pada karya terkenal Ibnu Khaldun.
Dalam cerita Dune, kelompok yang sebelumnya berada di pinggiran kekuasaan dapat tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mengguncang tatanan politik yang sudah mapan.
4. Kisah Perlawanan terhadap Kekuasaan Asing
Inspirasi lain datang dari sejarah perjuangan masyarakat Muslim menghadapi kekuatan asing.
Herbert diketahui terpengaruh film Lawrence of Arabia, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Arab dan perjuangan mereka dalam konteks Perang Dunia I.
Selain itu, kisah Imam Syamil, pemimpin Sufi abad ke-19 di Kaukasus yang memimpin perlawanan terhadap Kekaisaran Rusia, juga disebut menjadi salah satu sumber inspirasi bagi Herbert.
Pengaruh tersebut tercermin dalam kisah Fremen yang hidup di gurun Arrakis dan kemudian melakukan perlawanan terhadap kekuatan imperium.(*)
Editor : Elfira Halifa