Pernah Punya 19 SPBU di Indonesia, Petronas Kini Hilang dari Jalanan: Ini Alasannya

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:20 WIB
Ilustrasi. SPBU Petronas. Foto: Laman MyMesra
Ilustrasi. SPBU Petronas. Foto: Laman MyMesra

CEPOSONLINE.COM. JAYAPURA – Sebelum persaingan bisnis SPBU di Indonesia semakin ramai seperti sekarang, masyarakat sempat mengenal sejumlah merek asing yang ikut menjual bahan bakar minyak (BBM), salah satunya Petronas.


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, perusahaan migas asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad atau Petronas, bahkan pernah mengoperasikan 19 SPBU di Indonesia yang tersebar di sejumlah kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung hingga Medan.


Namun, jaringan SPBU di Indonesia tersebut kini sudah tidak lagi beroperasi di bawah merek Petronas.

Mulai Masuk Indonesia pada 2005

Petronas sendiri didirikan pada 1974 dan sepenuhnya dimiliki pemerintah Malaysia melalui Minister of Finance Incorporated.


Bisnis ritel BBM Petronas di Indonesia dimulai pada Desember 2005. SPBU pertama dibangun di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Untuk menjalankan bisnis tersebut, Petronas menggunakan perusahaan bernama PT Petronas Niaga Indonesia (PNI) yang telah berdiri sejak Agustus 2003.


PNI bertugas mengelola kegiatan ritel sekaligus pemasaran produk Petronas di Indonesia. Sebelum membuka jaringan SPBU, perusahaan tersebut terlebih dahulu memasarkan produk pelumas Petronas.


Di SPBU-nya, Petronas menawarkan sejumlah produk seperti Primax 92 dengan RON 92 dan Primax 95 dengan RON 95.

Selain BBM, konsumen juga bisa menemukan produk pelumas Syntium dan Sprinta. Dalam beberapa tahun beroperasi, jaringan SPBU Petronas berkembang hingga mencapai 19 lokasi.

Selain di Cibubur, SPBU Petronas juga hadir di sejumlah lokasi strategis, salah satunya Jalan Ir H Juanda atau kawasan Dago, Kota Bandung. Petronas juga memiliki SPBU di Jalan Imam Bonjol, kawasan Polonia, Kota Medan. Namun, kiprah Petronas di bisnis ritel BBM Indonesia ternyata tidak berlangsung lama.

Berhenti Beroperasi pada 2012

Sekitar enam tahun setelah memulai bisnis SPBU, Petronas akhirnya menghentikan operasional jaringan SPBU-nya di Indonesia pada 2012.

Saat itu, Petronas menyebut bisnis ritel BBM di Indonesia belum mencapai skala ekonomi yang diharapkan sebagai salah satu alasan penghentian operasional.

Dari total 19 SPBU yang dimiliki Petronas, sembilan di antaranya kemudian diakuisisi PT Pertamina.

Akuisisi tersebut secara simbolis diresmikan di bekas SPBU Petronas Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 16 Agustus 2013.

Bekas SPBU Petronas yang diambil alih kemudian berstatus Company Owned Company Operated (COCO). Artinya, SPBU tersebut menjadi milik sekaligus dikelola Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Retail.

Direktur Utama Pertamina saat itu, Karen Agustiawan, tidak mengungkapkan nilai investasi dalam proses akuisisi tersebut.


“Akuisisi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus untuk terus mempertahankan pangsa pasar khususnya di sektor bisnis ritel SPBU tanah air,” ujar Karen saat itu.

Meski meninggalkan bisnis SPBU, Petronas tidak sepenuhnya hengkang dari Indonesia. Perusahaan migas asal Malaysia tersebut masih menjalankan kegiatan usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com spbu