PT AMJ Perketat Pengamanan Sumber Air Hadapi Kemarau

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:34 WIB
Pengecekan debit air di Kojabu salah satu sumber air yang dilakukan petugas PT. AMJ dipantau langsung oleh Direktur Utama PT. AMJ, Sabtu (22/8/2026).

(CEPOSONLINE.COM_PT.AMJ)
Pengecekan debit air di Kojabu salah satu sumber air yang dilakukan petugas PT. AMJ dipantau langsung oleh Direktur Utama PT. AMJ, Sabtu (22/8/2026). (CEPOSONLINE.COM_PT.AMJ)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - PT Air Minum Jayapura (AMJ) memperketat pengamanan sumber air dan jaringan perpipaan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.

 

Direktur Utama PT. AMJ, Entis Sutisna, mengatakan kondisi cuaca yang semakin terik mulai berdampak terhadap debit air baku yang menjadi sumber produksi air bersih bagi masyarakat.

 

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir terjadi penurunan intensitas hujan. Jika sebelumnya hujan dapat terjadi tiga hingga empat kali dalam sepekan, kini rata-rata hanya dua hingga tiga kali dengan durasi yang relatif singkat.

 

“Realita kami di lapangan memang terjadi penurunan kapasitas produksi. Karena itu, kami melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi kemarau ini,” ujar Entis, Selasa (25/8/2026)

 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat pengamanan di kawasan sumber air. PT AMJ secara bertahap melakukan pemagaran di sejumlah area sumber air untuk mencegah aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu aliran air menuju instalasi pengolahan.

 

“Air bersih yang kami dapatkan berasal dari aliran sungai. Ketika masuk ke instalasi pengolahan, kami harus memastikan aliran tersebut tidak terganggu oleh aktivitas masyarakat di bagian atas,” jelasnya.

 

Selain mengamankan kawasan sumber air, PT AMJ juga melakukan pembersihan secara berkala. Petugas ditugaskan untuk melakukan pemantauan setiap hari selama musim kemarau, terutama untuk memastikan tidak ada material seperti kayu, dedaunan maupun benda lainnya yang menghambat aliran air.

 

PT AMJ juga melakukan penghitungan debit air secara rutin di sejumlah reservoir. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi penurunan pasokan air secara signifikan sekaligus mencari penyebabnya.

 

“Kalau kapasitas di reservoir mengalami penurunan, kami langsung telusuri apa penyebabnya. Kami sudah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemantauan,” katanya.

 

PT AMJ juga melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi titik-titik kebocoran. 

 

Dari penelusuran tersebut, pihaknya telah menemukan sejumlah titik kebocoran yang kemudian ditindaklanjuti untuk diperbaiki.

 

“Ini kami lakukan untuk memaksimalkan sumber air yang masuk ke instalasi. Jangan sampai air yang seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat justru hilang akibat kebocoran pada jaringan,” pungkasnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
air Ceposonline.com EKONOMI