HP Sudah Bisa Gantikan Dompet, Apa yang Akan Terjadi pada Kebiasaan Bayar Kita?

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:47 WIB
Pembayaran digital kian terintegrasi di ponsel lewat peningkatan transaksi mobile dan QRIS. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Pembayaran digital kian terintegrasi di ponsel lewat peningkatan transaksi mobile dan QRIS. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Dulu, dompet menjadi salah satu barang yang hampir selalu dibawa ketika keluar rumah. Di dalamnya terdapat uang tunai, kartu ATM, kartu identitas, hingga berbagai kartu lain yang dibutuhkan sehari-hari.

Kini, sebagian fungsi tersebut perlahan berpindah ke satu benda yang hampir selalu berada di tangan, ponsel.

 

Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, untuk membayar makanan, misalnya, seseorang cukup membuka aplikasi pembayaran dan memindai QRIS.


Membeli barang di toko juga bisa dilakukan melalui pembayaran digital. Bahkan, berbagai layanan yang sebelumnya membutuhkan uang tunai atau kartu kini
semakin banyak terhubung dengan perangkat seluler.


Perubahan tersebut membuat cara masyarakat bertransaksi ikut bergeser. Dompet fisik memang belum hilang, tetapi ponsel semakin mengambil peran penting dalam aktivitas pembayaran sehari-hari.

 

Perkembangan ini bukan sekadar tren sesaat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada triwulan II 2026 mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Pertumbuhan juga terlihat pada transaksi melalui aplikasi mobile. Volume transaksi melalui kanal tersebut tumbuh 31,39 persen secara tahunan. Sementara transaksi QRIS tumbuh lebih dari dua kali lipat, yakni 100,12 persen.


QRIS sendiri memungkinkan satu kode pembayaran digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran. Artinya, konsumen tidak perlu mencari QR berbeda hanya karena menggunakan aplikasi pembayaran yang berbeda.


Kondisi tersebut membuat pembayaran digital semakin mudah ditemukan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pedagang kecil.


Perubahan kebiasaan pembayaran sebenarnya berlangsung secara bertahap.


Masyarakat sebelumnya terbiasa membawa uang tunai. Kemudian kartu debit dan ATM menjadi alternatif. Setelah itu, dompet digital dan mobile banking semakin banyak digunakan.


Sekarang, ponsel dapat menjadi pintu masuk ke berbagai metode pembayaran sekaligus.


Bahkan, perkembangan QRIS tidak berhenti pada pembayaran belanja. Bank Indonesia juga mengembangkan QRIS TUNTAS yang memungkinkan pengguna melakukan transfer, tarik tunai, dan setor tunai melalui ekosistem QRIS yang saling terhubung


Dengan semakin banyaknya fungsi tersebut, ponsel tidak hanya menjadi alat komunikasi atau hiburan. Perangkat yang sama juga dapat berfungsi sebagai sarana transaksi.


Meski begitu, bukan berarti dompet fisik akan langsung ditinggalkan.


Uang tunai masih dibutuhkan dalam berbagai situasi, terutama ketika tempat pembayaran belum menerima transaksi digital, terjadi gangguan jaringan, atau seseorang memang lebih nyaman menggunakan uang fisik.

 

Bank Indonesia sendiri masih mencatat pertumbuhan uang kartal yang beredar. Pada triwulan II 2026, uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.315 triliun dan tumbuh 14,03 persen secara tahunan.


Artinya, pembayaran digital dan uang tunai masih berjalan berdampingan.


menunjukkan satu hal: fungsi dompet kini tidak lagi sepenuhnya berada di dalam dompet.


Ketika uang, kartu, dan berbagai layanan pembayaran semakin terhubung dengan ponsel, kebiasaan membawa dompet pun berpotensi ikut berubah. (")

Editor : Weny Firmansyah
qris hp Ceposonline.com