Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pasar Pharaa Sentani ‘Banjir’ Buah

Administrator • Senin, 10 Februari 2020 - 22:27 WIB
Kondisi  Pasar Pharaa Sentani, Senin (18/9).  Banyak  penjual mama-mama Papua masih membutuhkan perhatian pemerintah untuk mengembangkan usahanya mulai berjualan pinang, umbi- umbian, sayur dan lainnya, Senin (18/9). (Priyadi/Cepos)
Kondisi  Pasar Pharaa Sentani, Senin (18/9).  Banyak  penjual mama-mama Papua masih membutuhkan perhatian pemerintah untuk mengembangkan usahanya mulai berjualan pinang, umbi- umbian, sayur dan lainnya, Senin (18/9). (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA - Sudah lebih dari dua pekan, Pasar Phara Sentani dibanjiri berbagai jenis buah seperti halnya mangga, rambutan, langsat, duku hingga durian.


Musim panen buah dari beberapa kampung di Kabupaten Jayapura memberi angin segar bagi masyarakat khususnya di daerah Doyo sampai ke Moi, Depapre dan sekitarnya.


Ester penjual buah rambutan dari Sabron mengatakan, dirinya sudah seminggu berjualan buah rambutan, yang saat ini memang lagi musim. Buah rambutan yang dijualnya ada dua jenis yaitu Rambutan Aceh dan Rambutan Nona.


"Harga Rambutan Aceh Rp 20 ribu/ikat dan rambutan nona Rp 10 ribu/ikat. Setiap hari saya bisa menjual 20- 30 ikat rambutan baik aceh maupun nona, karena musim buah saat ini penjualan tidak terlalu ramai karena pemborong lebih banyak membeli dengan harga murah. Untuk mengantisipasi hal itu kami lebih baik jual sendiri lebih untung,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/2) kemarin.


Sementara itu, Amos seorang pemjual durian yang juga dari Sabron dan Maribu mengatakan dirinya berjualan durian dan langsat maupun duku sudah seminggu. Ia dan istrinya selalu berjualan di Pasar Phara Sentani setiap kali musim buah.


"Kami jual durian dengan harga Rp 50 ribu/buah untuk ukuran sedang dan ukuran kecil 4 buah Rp 100 ribu. Sedangkan untuk buah duku Rp 20 ribu/kantong begitu juga dengan buah langsat Rp 20 ribu/kantong atau tumpuk," jelasnya.


Dirinya lebih memilih berjualan langsung di pasar dibandingkan menjual ke pemborong, karena harga beli dari pemborong lebih murah dan dinilainya tidak menguntungkan dibandingkan berjualan sendiri.


"Musim buah kali ini akan berlangsung cukup lama, dari musim mangga, kini diganti dengan rambutan, duku, langsat dan durian,"tandasnya.(ana/ary)

Editor : Administrator