HIPMI Dogiyai Promosikan Tiga Produk Kopi Arabika Lokal di Festival Kopi Papua Tengah

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:16 WIB
Ketua HIPMI Dogiyai, Martinus Dogomo (Baju hijau Tengah) saat foto bersama dengan barista dari Cafe Pernah Singgah yang menyediakan 3 produk Kopi untuk penikmat kopi di Festival Kopi Papua Tengah di aula Gereja Katolik KSK Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Ketua HIPMI Dogiyai, Martinus Dogomo (Baju hijau Tengah) saat foto bersama dengan barista dari Cafe Pernah Singgah yang menyediakan 3 produk Kopi untuk penikmat kopi di Festival Kopi Papua Tengah di aula Gereja Katolik KSK Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

 

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Dogiyai memanfaatkan Festival Kopi Papua Tengah sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi kopi Arabika lokal melalui promosi tiga produk unggulan, yakni Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakebo.

 

Ketua BPC HIPMI Kabupaten Dogiyai, Martinus Dogomo, mengatakan keikutsertaan HIPMI Dogiyai dalam festival tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap petani kopi lokal sekaligus upaya memperluas pengenalan produk kopi asal Dogiyai kepada masyarakat.

 

“Kami hadir di Festival Kopi Papua Tengah untuk memperkenalkan kopi Arabika dari Dogiyai. Ada tiga produk yang kami bawa, yaitu Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakebo,” ujar Martinus kepada media ini di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Kamis (29/10/2026).

 

Ia menjelaskan, selain mempromosikan produk, HIPMI Dogiyai juga menyediakan layanan seduh kopi agar pengunjung dapat menikmati langsung cita rasa kopi lokal. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal produk kopi yang dihasilkan petani Dogiyai.

 

“Melalui layanan seduh ini, pengunjung bisa mencicipi langsung kopi dari Dogiyai. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui nama produknya, tetapi juga mengenal cita rasa kopi lokal yang kami miliki,” katanya.

 

Menurut Martinus, kopi Arabika Dogiyai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan produk, memperluas pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi kopi bagi petani.

 

“Dukungan terhadap petani bukan hanya memperkenalkan hasil panen, tetapi juga bagaimana produk mereka bisa dikenal lebih luas dan memiliki pasar. Kami berharap kopi lokal ini semakin diminati masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pengembangan usaha kopi membutuhkan kolaborasi antara petani, pengusaha muda, dan pelaku pemasaran. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk membangun rantai usaha kopi yang berkelanjutan, mulai dari produksi hingga pemasaran kepada konsumen.

 

“Kami berharap petani dan pengusaha muda bisa berjalan bersama untuk mengembangkan kopi Dogiyai. Dengan kerja sama yang baik, peluang pasar akan semakin terbuka dan kopi lokal dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tutur Martinus.

 

Selain mendorong pemasaran, HIPMI Dogiyai juga berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam pengembangan industri kopi, mulai dari pengolahan, penyajian, hingga promosi produk. Keterlibatan generasi muda dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

 

“Anak-anak muda harus melihat kopi sebagai peluang usaha. Kami berharap mereka ikut mengambil bagian dalam mengembangkan potensi kopi yang ada di Dogiyai, sehingga komoditas ini bisa memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat,” katanya.

 

Melalui keikutsertaan dalam Festival Kopi Papua Tengah, HIPMI Dogiyai berharap Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakebo semakin dikenal, tidak hanya di Papua Tengah, tetapi juga di pasar yang lebih luas.

 

“Harapan kami, kopi Dogiyai semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar di luar daerah. Dengan begitu, petani semakin termotivasi mengembangkan kebun kopi dan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat,” tutup Martinus.(*)

Editor : Elfira Halifa
himpi Ceposonline.com Dogiyai kopi