Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran, Bupati Dogiyai Berikan Bantuan Rp90 Juta 

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:21 WIB
Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai menyerahkan bantuan uang tunai kepada salah satu korban bencana kebakaran di sela-sela kunjungannya di Kampung Putaapa. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai menyerahkan bantuan uang tunai kepada salah satu korban bencana kebakaran di sela-sela kunjungannya di Kampung Putaapa. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Kehilangan rumah akibat kebakaran bukan perkara mudah bagi sebuah keluarga. 

 

Di tengah kesulitan untuk kembali membangun tempat tinggal, bantuan sebesar Rp90 juta dari Pemerintah Kabupaten Dogiyai menjadi harapan bagi Yulianus Edowai, salah satu korban kebakaran rumah asal Kampung Atou, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai.

 

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, Jumat (9/10/2026) di sela-sela kunjungannya di Kampung Putaapa, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai. 

 

Melalui bantuan itu, Yulianus diharapkan dapat kembali membangun rumahnya dan menata kehidupan keluarganya setelah mengalami musibah.

 

Bagi Yudas, membantu warga yang tertimpa musibah bukan sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan berada di balik pegunungan.

 

Ia mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman Dogiyai yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada masyarakat yang tinggal di perkotaan, sementara mereka yang berada di pelosok justru luput dari jangkauan pelayanan.

 

“Sekarang kita di Dogiyai ini, daerahnya banyak yang berada di belakang gunung. Banyak anak di belakang gunung, kemudian banyak masyarakat juga yang di belakang gunung. Lalu masyarakat yang ada di belakang gunung itu banyak yang tidak berdaya,” ujar Yudas.

 

Menurutnya, pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, bukan hanya ketika membutuhkan dukungan dari masyarakat.

 

Ia menilai, kepedulian terhadap warga tidak cukup disampaikan melalui pernyataan. Pemerintah perlu turun langsung, melihat keadaan masyarakat, dan memastikan mereka mendapatkan perhatian yang semestinya.

 

“Selama ini pemerintah hadir, tetapi tidak pernah hadir di sana. Hanya nanti dari kota saja baru kita buang suara, ‘Ini saya punya masyarakat.’ Padahal, pada waktu tertentu, ketika mereka butuh, kita tidak turun. Hanya ketika kita butuh, baru kita turun,” katanya.

 

Yudas menegaskan, masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Mereka harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan agar hasilnya benar-benar menjawab kebutuhan dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil.

 

“Mereka ini jangan jadi objek. Harus jadi subjek dari pembangunan itu sendiri. Pembangunan itu sendiri bisa dinikmati oleh masyarakat yang ada di balik gunung,” tegasnya.

 

Selain Yulianus Edowai, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan kepada 10 penerima manfaat lainnya yang menjadi korban kebakaran rumah. Mereka tersebar di wilayah Lembah Hijau, Kamuu, dan Mapia.

 

Besaran bantuan untuk masing-masing keluarga akan disesuaikan dengan hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dogiyai.

 

Bagi Yulianus, bantuan yang diterimanya menjadi alasan untuk kembali berharap setelah musibah yang dialaminya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dogiyai dan jajaran BPBD atas perhatian serta bantuan untuk membangun kembali rumahnya.

 

“Eihe (terima kasih), Bupati. Ugatame akima-akimaooo. (Tuhan Bersama,” ucap Yulianus.

 

Dengan penuh rasa syukur, ia juga mendoakan agar kebaikan yang diberikan Bupati Dogiyai mendapat balasan dan menjadi berkat dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

 

“Kedepan Bapa akan tuai apa yang Bapa tanam. Tuhan Berkati Bapak Bupati selalu,” pungkasnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
kebakaran bantuan Ceposonline.com Dogiyai