Polres Biak Numfor Amankan Satu Warga Terkait Karhutla, Tiga Distrik  Ini  Paling Sering Terbakar

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 09:30 WIB
Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, dan jajaran pasukan Gabungan Karhutla Biak Numfor, memberikan keterangan pers, Senin (7/9/2026).
(Ceposonline.com/Ismail)
Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, dan jajaran pasukan Gabungan Karhutla Biak Numfor, memberikan keterangan pers, Senin (7/9/2026). (Ceposonline.com/Ismail)

CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR — Polres Biak Numfor mengungkap telah mengamankan satu orang warga terkait dugaan pembakaran lahan di tengah rangkaian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor dalam beberapa pekan terakhir.

Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, SIK mengatakan, warga tersebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan karena diketahui melakukan pembakaran pada lahan miliknya sendiri.


“Untuk warga ada... pernah kami amankan satu, tapi masih kita tahap lidik dulu karena memang dia murni membakar lahannya sendiri. Untuk tentunya kita mengimbau kepada masyarakat seluruhnya untuk jangan sampai melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” kata Arjuna usai Apel Gelar Pasukan Gabungan Penanggulangan Karhutla di Biak Numfor, Senin (7/9).

Menurutnya, sejauh ini belum ada perkara Karhutla yang masuk ke tahap proses hukum lebih lanjut. Namun polisi memastikan penyelidikan terhadap warga yang telah diamankan tetap berjalan.

“Untuk diproses belum, tapi sudah lidik dulu aja. Masyarakat sudah kita amankan untuk... baru satu orang saja,” ujarnya.

Arjuna menilai kemungkinan pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi perhatian serius. Salah satu penyebabnya karena cara tersebut dianggap jauh lebih murah oleh sebagian masyarakat dibandingkan membuka lahan menggunakan cara lain.

“Dugaan itu pasti ada karena untuk membuka lahan secara membakar itu sangat murah, ya kan, dibandingkan dengan secara yang sebenarnya yang sesuai aturan. Ketika mereka menggunakan... melakukan pembakaran, itu murah. Mungkin puluhan ribu sudah terbuka lahannya. Gitu,” katanya.

Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri, terdapat tiga wilayah yang disebut paling sering mengalami kejadian karhutla, yakni Distrik Yendidori, Biak Kota dan Samofa.

“Baik, untuk pemetaan sudah dari awal, dari semua instansi sudah melakukan pemetaan rawan karhutla sebelum terjadi sudah dipetakan dari Pemerintah, TNI, Polri. Sudah kita lakukan himbauan, sudah kita lakukan sosialisasi melalui sosmed, berita. Tentunya yang paling sering terjadi ada di Kecamatan Yendidori, Biak Kota, sama... Samofa. Diduga oknum masyarakat membuka lahan dengan cara membakar,” ungkap Arjuna.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa meskipun kebakaran dilakukan di lahan pribadi, dampak asap yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan pemilik lahan, tetapi dapat menyebar hingga wilayah lain.

“Janganlah membuka lahan dengan cara membakar. Memang itu lahannya Bapak, tapi asapnya itu kan ke mana-mana, ya kan? Asapnya ke mana-mana. Bukan hanya ke lingkungan Bapak saja, tapi ke... mungkin bisa pindah ke kecamatan, ke desa, mungkin bisa jadi ke kabupaten lain malah,” tegasnya.

Di sisi kesiapsiagaan, sekitar 400 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait disiapkan menghadapi potensi karhutla berikutnya. Personel telah dibagi berdasarkan wilayah penanganan dengan dukungan sejumlah kendaraan dan peralatan pemadam.

“Sebenarnya sudah dibagi dari teman-teman Pemda juga bahwa kita sudah ada lokasi-lokasi tertentu. Di sini tim mana yang turun, di sini tim mana, sudah ada pembagiannya. Tapi sudah siap, kendaraan pun sudah siap. Personel kita mungkin sekitar gabungan ya 400-an sekitar ya: TNI, Polri, Pemda, pemerintah, untuk kesiapan karhutla,” katanya.

Peralatan yang disiagakan antara lain Armoured Water Cannon (AWC) milik Polres Biak Numfor dan Brimob serta kendaraan pemadam dari sejumlah unsur, termasuk BPBD dan satuan TNI.

Menurut Arjuna, apel gabungan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi setelah sebelumnya berbagai unsur juga telah beberapa kali bersama-sama turun melakukan pemadaman kebakaran di lapangan.

“Kami dengan rekan TNI, Polri, Pemda, BPBD, Basarnas, instansi terkait melaksanakan apel sinergitas karhutla dalam penanggulangan karhutla pada hari ini sebagai langkah kami ke depan. Walaupun sebenarnya sudah kita lakukan juga pemadaman kebakaran kemarin bersama sinergi. Secara sinergi untuk penulangan karhutla, ini kita biar kesiapsiagaan suatu saat nanti ada karhutla kembali, kita siap,” ujarnya.

Kapolres juga melihat rangkaian penanganan Karhutla menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga di Kabupaten Biak Numfor ketika menghadapi bencana.

“Jadi momen karhutla ini sebenarnya mungkin tidak kita inginkan, tetapi wujudlah momen bahwa di Biak Numfor ini semua instansinya kompak. Dari TNI, dari Polri, BPBD, Pemda, masyarakat, semuanya — mohon maaf kami tidak sebut satu per satu — kompak ketika ada karhutla,” katanya.

Wawancara Kapolres seusai apel tersebut turut didampingi unsur Pemerintah Kabupaten dan BPBD Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif TP 858, BMKG, Basarnas serta sejumlah unsur terkait lainnya yang terlibat dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Biak Numfor.(*)

Editor : Agung Trihandono
papua Ceposonline.com Biak Numfor karhutla