Sikapi Covid-19, RSUD Biak Siapkan 16 Tempat Tidur

Administrator • Dipublikasikan Rabu, 18 Maret 2020 | 15:21 WIB
Direktur RSUD Biak dr. Ricard Ricardo Mayor, M.Kes dan Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 ketika mengikuti dialog di RRI menyikapi virus korona, di Studio RRI Biak, Rabu (18/3)  pagi. (Fiktor/Cepos)
Direktur RSUD Biak dr. Ricard Ricardo Mayor, M.Kes dan Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 ketika mengikuti dialog di RRI menyikapi virus korona, di Studio RRI Biak, Rabu (18/3)  pagi. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak  Numfor cukup serius  melakukan berbagai upaya pencegahan virus corona atau Covid-19, pasca penetapan Siaga Darurat Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor. Selain langsung melakukan action di lapangan, di RSUD Biak juga telah melakukan sejumlah persiapan-persiapan lainnya menyikapai virus corona tersebut.


   Bahkan, untuk penanganan pasien Covid-19 itu, RSUD Biak telah menyiapkan 16 tempat tidur khusus jika ada pasien, termasuk pasien yang statusnya masih dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Berbagai kelengkapan seperti alat pelindung diri yang dinilai masih kurang juga langsung dipesan.


   Direktur RSUD Biak dr. Ricard Ricardo Mayor, M.Kes mengungkapkan, mestinya di Papua hanya tiga rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan penanganan  Covid-19, yakni RSUD Nabire, RSUD Jayapura di Dok II dan RSUD Merauke. Namun dari  sisi kesiapan, pada dasarnya di RSUD Biak dinilai juga bisa melakukan itu dan dengan berbagai pertimbangan.


  “Pak Bupati memerintahkan kami, bahwa RSUD Biak harus juga siap. Apa yang dibutuhkan terkait dengan kesiapan penanganan pasien Covid-19 jika ada juga RSUD Biak harus mampu menangananinya dan itu kami sudah tindaklanjuti. Kami sudah siapkan 16 tempat tidur, kelengkapan-kelangkapan yang dibutuhkan terus dilengkapi,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.


   Lalu bagaimana dengan sisi keamanan di RSUD Biak? dr. Ricardo  mengatakan, bahwa dari sisi keamanan pada dasarnya sudah diperhatikan. “Ruangan khusus bagi pasien corona itu sudah ada, kami juga sudah siapkan berbagai kelengkapan pendukung, yang kurang menjadi perhatian. Jadi masyarakat tidak perlu kwatir, intinya isolasi dan penanganan khusus tetap dilakukan jika ada pasien corona,” katanya.


  “Yang kami harapkan adalah bagaimana masyarakat tetap memperhatikan tindakan-tindakan pencegahan, itu yang sangat penting,” imbuhnya.


  Sementara itu, Bupati Biak Numfor Herry Ario  Naap, S.Si.,M.Pd melarang semua ASN, termasuk jajaran pejabat untuk  menunda dan meniadakan perjalanan dinas keluar daerah untuk sementara.  Larangan itu dimaksudkan sebagai salah satu tindakan dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Biak Numfor. “Semua perjalanan dinas atau acara dengan agenda di luar daerah wajib ditiadakan atau ditunda sementara, ini penting dalam rangka pencegahan kasus Covid-19,” ujar Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd.


    Bupati juga meminta supaya pejabat yang baru pulang mengikuti kegiatan di luar daerah wajib diperiksa kesehatannya ketika sudah tiba di Biak. Bahkan, setiap pejabat yang baru pulang juga dilarang masuk kantor beberapa hari.


  “Absensi dengan finger print untuk sementara juga dihentikan, ini penting sebagai salah satu bagian dari upaya melakukan pencegahan. Saya kira kita di Kabupaten Biak Numfor akan terus melakukan berbagai upaya mengantisipasi kasus Covid-19 ini,” ujar Bupati. (itb/tri)

Editor : Administrator