Dinkes Biak Gelar Pelatihan BT dan CLS Bagi Perawat Puskesmas

Administrator • Dipublikasikan Jumat, 13 Desember 2019 | 09:25 WIB
Photo
Photo

BIAK-Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor menggelar pelatihan dan pendidikan Basic Trauma Cardiac Life Support (BT dan CLS) bagi 40 petugas kesehatan yang ada di 21 Puskesmas, di Hotel Mapia Biak, kemarin. Pelatihan dan pendidikan yang berlangsung selama empat hari ini dibuat dalam bentuk diskusi dan praktek secara langsung dengan instruktur dari Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 Jakarta.


   Pelatihan penanganan trauma dan jantung itu dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mendukung lima Puskesmas yang akan dijadikan sebagai Puskesmas rujukan dalam memback up rumah sakit di wilayah Kabupaten Biak Numfor sebagai rumah sakit rujukan dari kabupaten kawasan Teluk Saereri dan sekitarnya.


   Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor dr. Daisy Ch Urbinas mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen dari pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Karenanya, peningkatan kualitas petugas kesehatan di Puskesmas wajib dilakukan sesuai dengan tuntutan pelayanan yang lebih baik kedepan.


  "Pendidikan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi perawat, sebab, pada pelatihan BTCLS ini diajarkan bagaimana menangani dasar-dasar penyelamatan ketika menangani pasien ketika darurat," ujarnya


  Pelatihan BT dan CLS ini diakui masih perlu mendapat perhatian serius, untuk itu maka kedepan diharapkan kegiatan tersebut berkesinambungan, dengan memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat Puskemas.


   "Saat ini peserta baru 40 orang perawat, diharapkan ini bakal menjadi awal pelatihan, dan kedepan kita inginkan seluruh perawat yang bertugas di Puskesmas Biak Numfor bisa memiliki sertifikat BTCLS," harapnya.


  Sekedar diketahui, selama pelatihan berlangsung para peserta diberi pembekalan dasar tentang bantuan hidup dasar, yakni mempertahankan pernafasan dan sirkulasi yang adekuat sampai kondisi yang menyebabkan henti nafas dan henti jantung dapat diatasi.


  “Selanjutnya materi kedua adalah memberikan kemampuan  menata laksana pasien yang mengalami trauma. Sebab, garda depan dalam pelayanan kesehatan adalah perawat," jelasnya menambahkan.(itb/tri)

Editor : Administrator