CEPOSONLINE.COM, BIAK – Lagu-lagu berbahasa Biak menggema di Aula Gedung KSL Biak dalam Lomba Paduan Suara Bahasa Biak yang menjadi salah satu rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Selasa (20/10).
Lomba ini diikuti siswa-siswi tingkat SMP dan SMA dari berbagai distrik di Kabupaten Biak Numfor. Setiap kelompok tampil membawakan lagu wajib dan lagu pilihan berbahasa Biak di hadapan dewan juri serta ratusan pelajar yang memadati lokasi kegiatan.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra. Turut hadir jajaran Asisten dan Stafahli, Sejumlah Pimpinan wilayah, Perwakilan Dinas Pendidikan, para guru dan kepala sekolah, budayawan, serta ratusan siswa-siswi peserta lomba, yang tampak sangat mempesona mengenakan baju adat Masyarakat Biak Papua.
Dalam sambutannya, Markus Mansnembra mengatakan lomba paduan suara etnik tingkat SMP dan SMA menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Biak kepada generasi muda.
Ia menyampaikan apresiasi kepada sekolah dan para guru yang telah mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti lomba. Menurutnya, keterlibatan sekolah sangat penting karena kegiatan budaya yang dilaksanakan pemerintah daerah bukan sekadar untuk memenuhi rangkaian festival.
"Kita pastikan kegiatan yang kita lakukan ini bukan sebuah formalitas," kata Markus Mansnembra.
Bupati juga menyoroti masih adanya sekolah yang belum berpartisipasi. Ia berharap pada penyelenggaraan berikutnya keterlibatan sekolah dapat meningkat sehingga semakin banyak pelajar yang mengambil bagian dalam kegiatan pelestarian budaya Biak.
"Kami kembali memberikan apresiasi kepada sekolah yang sudah terlibat langsung untuk kegiatan ini. Kami berharap kepada sekolah yang belum terlibat, tahun depan wajib ikut," ujarnya.
Menurut Bupati, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga budaya yang saat ini terus digerakkan dan dipromosikan. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, kata dia, tetap berkomitmen mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah meskipun kondisi keuangan pemerintah saat ini cukup terbatas.
"Hari ini kita sedang bersama-sama bekerja keras. Kita tahu keadaan keuangan negara sampai daerah itu sulit, tapi kita bersyukur di Papua, kita di Biak ini terus punya komitmen untuk mempromosikan baik wisata maupun budaya kita," katanya.
Di hadapan para pelajar, Markus juga mengingatkan agar kecintaan terhadap budaya tetap berjalan bersama pendidikan. Para siswa diminta serius belajar, menjaga kemampuan membaca dan terus mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah.
"Jaga nama Biak dengan baik," pesan Bupati kepada para pelajar.
Untuk menghargai jam terbang, Bupati Markus memerintahkan jajarannya agar Pemerintah daerah harus mampu membuka kesempatan bagi kelompok paduan suara pelajar untuk tampil dalam agenda resmi daerah.
Lomba Paduan Suara Bahasa Biak melengkapi rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia 2026 yang melibatkan masyarakat, pelajar, seniman dan budayawan dalam memperkenalkan kekayaan budaya Biak kepada masyarakat luas. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser