CEPOSONLINE.COM, BIAK-Pembukaan Festival Budaya Biak - Melanesia tahun 2026 berlangsung meriah. Selain dihadiri ribuan orang, pembukaan kali ini juga dihadiri oleh undangan dan pejabat yang tergolong cukup lengkap. Ada sejumlah pejabat negara dari beberapa Kementerian hadir, juga hadir sejumlah Anggota DPR RI dan DPD RI. Tak hanya itu, duta besar dan perwakilan kedutaan besar negara sahabat juga hadir, demikian halnya para bupati dan pejabat lainnya dari wilayah Papua Raya ada sejumlah yang ikut hadir langsung.
Pembukaan Festival Budaya Biak – Melanesia tahun ini juga agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini pembukaan ditandai dengan petikan snar music ukulele. Petikan snar ukulele itu dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, Duta Besar Seychelles Nico Barito, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Wakil Bupati Jimmy C.R. Kapissa, perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, para anggota DPD RI, DPR RI dan sejumlah undangan termasuk pejabat dari Papua Raya.
Petikan snar ukulele dari para pejabat juga diikuti oleh 2.026 siswa/siswi SD/SMP yang sekaligus tampil dalam “Biak Bernyanyi” dengan lagu daerah. Sebagaimana diberitakan sebelumnya “Biak Bernyanyi ini berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah pemain terbanyak.
Bahkan dalam acara pembukaan itu juga dilakukan langsung penyerahan piagam rekor MURI oleh Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri menyerahkan piagam rekor kepada Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Wakil Bupati Jimmy C.R. Kapissa dan Pj. Sekda Zacharias L. Mailoa.
Yusuf Ngadri mengatakan, pencapaian tersebut tercatat dengan nomor rekor 12974/R.MURI/X/2026, untuk kategori menyanyikan lagu daerah dengan iringan permainan ukulele oleh siswa-siswi terbanyak.
“Catatan rekor menyanyikan lagu daerah diiringi paduan ukulele oleh siswa-siswi terbanyak ini merupakan pencapaian yang patut kita banggakan bersama, Bapak Bupati dan masyarakat Kabupaten Biak Numfor,” ucapnya.
Di acara festival kali ini tak hanya diisi dengan berbagai pentas seni dan budaya, namun juga diisi dengan berbagai pameran, dan kuliner. Tak hanya seni budaya tradisonal yang mengisi stand-stand kegiatan, namun pemeran kuliner khas Biak dan Nusantara juga dihadirkan.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra berharap melalui penyelenggaraan Festival Budaya Biak – Melanesia, kekayaan budaya Biak semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat.
“Festival Budaya Biak – Melanesia diharapkan dapat dampak nyata bagi pelestarian budaya, pengembangan kreativitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya.
“Festival yang berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 ini juga diharapkan menjadi ajang pelestarian budaya, yang pada akhirnya dapat mendorong pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.(*)
Editor : Weny Firmansyah