CEPOSONLINE.COM. BIAK-Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Biak Numfor juga menyampaikan ucapan selamat Hari Kebudayaan Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke-75, disela-sela dipembukaan Festival Budaya Biak – Melanesia di venue utama, Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Sabtu (17/10) malam.
Ucapan itu disampaikan langsung oleh Bupati Biak Numfor Markus O. Mamsnembra, SH.,MM dalam sambutannya pada saat pembukaan Festival Budaya Biak – Melanesia. Ia mengatakan, momen acara pembukaan Festival Budaya Biak – Melanesia terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan dua hal yang sangat berarti bagi kita semua.
“Pertama, secara khusus saya ingin menyampaikan Selamat Hari Kebudayaan Nasional. Melalui momentum ulang tahun budaya ini, mari kita jadikan kearifan lokal sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Mari kita jaga laut kita, tanah kita, budaya dan seni tradisi kita agar tetap hidup dan menghidupi generasi masa depan,” ucapnya.
Hal yang kedua, lanjut Bupati Markus Mansnembra, “dari ufuk timur Indonesia, dari Pulau Biak tercinta, mewakili pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Biak Numfor, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto yang ke-75, tanggal 17 Oktober 2026, hari ini”.
“Kita semua berdoa agar Bapak Presiden senantiasa dikaruniai kesehatan yang prima, kekuatan, hikmat yang melimpah, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memimpin bangsa dan negara menuju Indonesia Emas. Dari Biak, kami siap mendukung penuh visi besar Bapak Presiden dalam menjaga kedaulatan bangsa, yang salah satunya berakar pada kekuatan budaya Nusantara,” lanjutnya.
Festivak Budaya Biak – Melanesia tahun 2026 yang dibuka oleh Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen berlangsung cukup meriah. Selain dihadiri ribuan orang, festival kali ini juga dihadiri puluhan wisatawan manca negara, perwakilan pejabat, Dubes negara sahabat, para anggota DPR RI dan DPD RI, sejumlah Bupati dan pejabat dari wilayah Papua Raya, serta sejumlah undangan lainnya.
“Festival ini adalah wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan kekayaan adat serta identitas luhur masyarakat Biak sebagai bagian tak terpisahkan dari ras Melanesia. Budaya adalah jati diri kita, fondasi yang memperkuat persatuan dan kesatuan kita,” ujarnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah