CEPOSONLINE.COM,BIAK - Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 kembali menghadirkan kegiatan yang mengedepankan pelestarian bahasa dan budaya daerah. Salah satunya melalui Gerak Jalan Etnik Bahasa Biak yang diikuti anak-anak Sekolah Dasar (SD) dari berbagai distrik di Kabupaten Biak Numfor, Senin (19/10).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Para peserta tampil mengenakan beragam atribut tradisional suku Byak sembari menggunakan Bahasa Biak dalam gerak jalan yang menjadi salah satu rangkaian FBBM 2026.
Gerak jalan dilepas langsung oleh Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Kapisa, di depan Kantor Telkom, sementara di garis finis para peserta disambut oleh Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, di pusat kota Jalan Imam Bonjol, bersama jajaran pemerintah daerah, dan juga Kabag Ops Polres Biak Numfor.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey O. Dangeubun, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai sarana memperkenalkan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Byak, terutama melalui penggunaan bahasa ibu sejak usia dini.
"Tujuannya adalah sebenarnya sejak usia dini kita sudah memastikan bahwa identitas orang Biak, salah satunya lewat bahasa itu, itu bisa tersampaikan pesannya secara kuat pada gerak jalan bahasa Biak," ujar Turbey.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan melalui pendekatan yang menarik, menyenangkan dan mudah diterima anak-anak. Melalui kegiatan ini, Bahasa Biak tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga dipraktekkan secara bersama-sama di tengah masyarakat.
"Artinya pengenalan, penguatan bahasa itu dilakukan dengan cara yang smart, dengan cara yang penuh dengan sukacita, salah satunya lewat event Gerak Jalan Bahasa Biak," jelasnya.
Turbey menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pembelajaran muatan lokal Bahasa Biak di satuan pendidikan, khususnya tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah. Upaya pelestarian bahasa juga akan diperkuat melalui program Sekolah Budaya yang turut memberikan perhatian pada bahasa daerah serta berbagai keterampilan budaya lainnya.
"Kami berharap semua bauran pikiran, ide yang dilakukan berdasarkan kekayaan budaya orang Biak, salah satunya bahasa, itu bisa menjadi sesuatu yang menarik dan menjadi memori kolektif anak-anak kita di usia dini," ungkapnya.
Selain memperkenalkan bahasa dan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter anak melalui latihan kedisiplinan, kekompakan dan jiwa korsa. Pengalaman mengikuti gerak jalan secara berkelompok diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagi para peserta.
Di sepanjang jalur gerak jalan, masyarakat terlihat antusias menyaksikan penampilan peserta. Orang tua, keluarga dan warga sekitar turut memberikan dukungan kepada anak-anak yang tampil dengan atribut etnik serta menggunakan Bahasa Biak.
Menanggapi tingginya antusiasme masyarakat, Turbey menilai keterlibatan keluarga dan lingkungan sekolah memberikan pengaruh besar terhadap kemeriahan kegiatan.
"Kalau anak-anak sekolah yang melaksanakan giat ini tentu orang tua, sanak saudara, teman, itu mereka akan menjadi suporter terbaik, sehingga otomatis ambient-nya itu cukup besar," katanya.
Sementara itu, memasuki hari ketiga penyelenggaraan Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Turbey menyebut partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak menjadi catatan positif. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan sepanjang pelaksanaan festival untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
"Kalau ada catatan-catatan masukan, kemudian mungkin juga ada hal yang bersifat kritik, itu saya pikir itu multivitamin yang bisa kita pakai untuk terus merestorasi dan memperbaiki proses-proses pelaksanaan di waktu-waktu yang akan datang," ujarnya.
Ia optimistis Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dapat memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat interaksi budaya dan memperkenalkan Biak sebagai daerah yang terbuka terhadap keberagaman.
"Tapi kita optimis bahwa ini memberikan dampak yang sangat positif bagi Biak, baik dari sisi ekonomi, akulturasi budaya, dan juga apa namanya branding bahwa Biak ini adalah rumah bagi semua orang," pungkasnya.
Melalui Gerak Jalan Bahasa Biak, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap bahasa ibu tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Byak di tengah perkembangan zaman. (*)
Editor : Agung Trihandono