Festival Budaya Biak – Melanesia 2026 Siap Digelar 

Fiktor Palembangan • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:02 WIB

 

Pembuatan panggung utama dan stand-stand pameran budaya dengan motif ciri khas Biak di Venue Utama, Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Senin (12/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN)
Pembuatan panggung utama dan stand-stand pameran budaya dengan motif ciri khas Biak di Venue Utama, Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Senin (12/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN) 

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Festival Budaya Biak – Melanesia 2026 siap digelar. Berbagai persiapan menjelang hari pelaksanaan terus dilakukan dan hampir tuntas. 

 

Sesuai dengan kalender pelaksanaan, festival akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 17 – 21 Oktober 2026 dan pembukaannya akan berlangsung di venue utama, Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih Biak. 

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dageubun, S.Pi.,M.Si mengatakan, Festival Biak kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain menambah sejumlah acara, juga dibuat dalam skala yang lebih luas, yakni dengan melibatkan ras Melanesia.

 

“Pada dasarnya Festival Budaya Biak – Melanesia 2026 siap digelar, persiapan di Venue Utama dan ditempat-tempat pelaksanaan juga terus dilakukan. Demikian halnya, berbagai iven yang akan mengisi kegiatan juga terus dipersiapkan,” ucapnya kepada Ceposonline.com saat ditemui di sela-sela kesibukannya memantau persiapan panggung utama di Venue Utama, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Senin (12/10/2026). 

 

Dikatakan, persiapan pelaksanaan Festival Budaya Biak – Melanesia 2026 melibatkan semuan unsur, termasuk masyarakat. Bahkan, Dewan Kesenian Biak dan Dewan Adat Byak juga terlibat langsung dalam pelaksaaan kegiatan agenda tahunan ini, mulai dari persiapan hingga ketelibatan langsung dalam pelasanaan dan sebagai peserta. 

 

 “Mulai dari persiapan dan pelaksanaannya nanti melibatkan langsung masyarakat, termasuk Dewan Adat Byak dan Dewan Kesenian Byak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, namun juga menjadi bagian dari promosi wisata,” ujarnya. 

 

 

Berbagai kegiatan yang akan mengisi Festival Budaya Biak – Melanesia diantaranya, pesona kuliner, pesona budaya/seniman masuk sekolah, pameran UMKM, seminar pemajuan budaya Biak, lomba gerak jalan bahasa Biak, lomba paduan suara etnik, parade Drumband Etnik, Biak Numfor Bernyanyi (Simponi Byak), High Level Meeting (Promosi dan Diplomasi Budaya), Diplomatic Tour dan lomba foto grafer dan konten creator. 

 

 

Selain itu, juga ada fashion show batik Biak, lomba sosia drama tematik budaya, Munara Fan Nanggi dan Tarian Kolosal Mambruk, Atraksi Apen Bayeren, Parade Wor dan Suling Tambur, lomba paduan suara etnik, sekolah budaya, pembukaan stand budaya, bisnis matching dan sejumlah kegiatan lainnya.

 

 

“Tahun ini kita mengundang 7 wilayah adat yang ada di Tanah Papua, termasuk mengundang wilayah-wilayah yang masuk ras melanasia seperti NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara. Kedepan tentu kita upayakan supaya kegiatan ini melibatkan ras-ras Melanesia lebih luas lagi,” tandas Onny Dangebun. (*)

Editor : Weny Firmansyah
festival budaya biak Ceposonline.com 2026