CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR — Setelah berminggu-minggu personel gabungan berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Biak Numfor, apel gabungan penanggulangan karhutla baru dilaksanakan, Senin (7/9/2026).
Hal tersebut diakui langsung Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya saat memberikan arahan pad apel gabungan.
“Mohon maaf, baru kali ini kita melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanggulangan bencana karhutla. Padahal sudah berminggu-minggu kita melaksanakan pemadaman kebakaran di wilayah Biak Numfor,” ujar Arjuna.
Menurut Kapolres, pelaksanaan apel tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Papua agar penanggulangan karhutla dilakukan secara serentak dan melibatkan seluruh unsur terkait.
Apel tersebut diikuti unsur TNI, Polri, Brimob, Basarnas, BPBD, BMKG, Dinas Kesehatan, SAR, UPTD KPHP serta sejumlah instansi lainnya.
Meski apel gabungan baru dilaksanakan, Arjuna menegaskan bahwa kerja penanganan Karhutla di lapangan sebenarnya telah berjalan selama beberapa pekan.
Personel dari berbagai instansi telah turun langsung melakukan pemadaman, pemantauan hingga penanganan di sejumlah lokasi terdampak.
Kapolres bahkan menyebut kondisi Karhutla yang terjadi menjadi momentum untuk melihat secara nyata kekompakan antarinstansi di Biak Numfor.
“Bukannya kita mensyukuri adanya Karhutla ini, tetapi dengan adanya Karhutla ini merupakan momen menunjukkan bahwa kita bersinergi, kita kompak tanpa membedakan instansi. Semua turun,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD hingga Satpol PP, menunjukkan bahwa penanggulangan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja.
Dalam arahannya, Kapolres juga meminta seluruh personel meningkatkan deteksi dini dan monitoring terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Patroli diminta lebih intensif dilakukan di daerah rawan, disertai pendekatan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
Apabila ditemukan titik api, personel diminta segera melakukan respons awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Apabila ditemukan titik api atau terjadi karhutla, segera lakukan respons cepat, koordinasikan dengan instansi terkait dan lakukan pemadaman awal sesuai kemampuan dan peralatan yang tersedia,” tegasnya.
Kapolres juga memberikan penekanan khusus kepada personel Intelkam untuk melakukan pemetaan wilayah rawan serta mendalami setiap informasi apabila ditemukan dugaan kesengajaan dalam kebakaran.
Sementara Satreskrim diminta segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan apabila ditemukan indikasi tindak pidana.
“Apabila ditemukan indikasi tindak pidana, segera lakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan secara profesional sesuai ketentuan hukum,” kata Kapolres yang baru menjabat kurang lebih sebulan itu di Biak.
Satbinmas juga diminta meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, sedangkan Satsamapta dan Polsek jajaran diperintahkan meningkatkan patroli serta memastikan kendaraan dan peralatan pendukung selalu siap digunakan.
Selain kesiapan operasional, Kapolres menekankan pentingnya keselamatan personel saat melakukan penanganan Karhutla.
Ia mengingatkan agar tidak ada personel yang mengambil tindakan di lapangan yang justru dapat membahayakan dirinya maupun masyarakat.
Arjuna berharap apel gabungan tersebut menjadi penguatan terhadap pola penanganan karhutla yang selama ini sudah berjalan, terutama dalam hal koordinasi, kesiapan personel dan respons terhadap kejadian baru.
“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu fungsi saja, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh personel dan stakeholder,” ujarnya.
Kapolres mengajak seluruh pihak tetap menjaga wilayah Biak Numfor agar aman, masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga.
“Cegah Karhutla sebelum terjadi, respons cepat ketika terjadi, lindungi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono