CEPOSONLINE.COM, BIAK — Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Biak Numfor mensinyalir maraknya peristiwa kebakaran lahan yang terjadi dalam kurun waktu empat hari terakhir bukan murni faktor alam.
Satgas mendeteksi adanya indikasi kuat kesengajaan dan pola terstruktur di balik munculnya titik-titik api di sejumlah wilayah.
Ketua Satgas Karhutla yang juga Kepala BPBD Biak Numfor, Lot Yensenem, mengungkapkan bahwa kecurigaan tersebut didasari oleh pola waktu dan pola sebaran titik api yang berulang secara sistematis.
"Kalau kita lihat urut-urutan waktunya, ini sangat terstruktur. Kebakaran selalu terjadi di jam-jam yang berdekatan—mulai dari pukul 12.00, 14.00, hingga malam hari—saat warga sedang sibuk beraktivitas dan pengawasan longgar. Selain itu, titik-titik api yang ditemukan petugas di lapangan selalu berderet rapi dengan jarak sekitar 5 hingga 10 meter," ungkap Lot Yensenem dalam keterangan resminya di Posko Karhutla Biak.
Indikasi keterlibatan oknum pembakar lahan ini diperkuat oleh hasil pemantauan udara di wilayah Biak Timur. Saat petugas berjibaku memadamkan api di sekitar kawasan SMP Negeri 1 Biak Timur, drone milik Basarnas merekam aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian.
"Terpantau melalui drone ada sekelompok orang yang melakukan pembakaran di sana. Rekaman ini akan dimaksimalkan dengan fitur zoom untuk mengenali wajah para pelaku agar ada efek jera," tegasnya.
Menanggapi fenomena ini, Lot Yensenem menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum tegas bersama aparat kepolisian. Pihaknya mengimbau warga agar segera melaporkan ke posko atau aparat TNI-Polri terdekat jika melihat ada oknum yang sengaja membakar lahan.
"Siapa saja yang tertangkap atau terbukti melakukan pembakaran akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini tidak memandang jabatan atau kapasitas siapa pun, karena perbuatan mereka menimbulkan ancaman bencana besar bagi seluruh masyarakat Biak. Untuk identitas pelapor, kami jamin kerahasiaan dan keamanannya," tandas Lot.
Untuk diketahui, sejak Senin (31/8/2026) hingga Kamis (3/9/2026), tim gabungan dari BPBD, Kodim 1708/BN, Yonif 753, Kopasgat, Basarnas, Polres, hingga Brimob terus berjuang keras memadamkan belasan titik api yang tersebar di wilayah Biak Kota, Samofa, Biak Timur, hingga Yendidori. (*)