Warga Nilai Transportasi Online Dibutuhkan di Biak, Mudah, Murah dan Dukung Kebutuhan Wisatawan

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:11 WIB
Foto/Illustrasi layanan transportasi Online di Biak. (AI)
Foto/Illustrasi layanan transportasi Online di Biak. (AI)

CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR — Di tengah aksi penolakan sejumlah pengemudi taksi, angkutan kota, atau rental dan ojek konvensional terhadap keberadaan Maxim di Kabupaten Biak Numfor, muncul pula tanggapan berbeda dari masyarakat yang menilai layanan transportasi berbasis aplikasi tetap dibutuhkan. Sebab,  menawarkan kemudahan, tarif terjangkau dan akses transportasi yang lebih praktis.

Sejumlah warga menilai perkembangan teknologi transportasi sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat saat ini. Kehadiran layanan berbasis aplikasi dianggap membantu, khususnya bagi ibu rumah tangga, masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi, pendatang, pelancong maupun warga yang membutuhkan layanan antar jemput langsung dari rumah.

“Sekarang bukan zaman batu lagi. Transportasi online itu penting karena bisa antar jemput. Bagi kami ibu rumah tangga sangat terbantu,” ungkap Selly salah seorang warga menanggapi keberadaan transportasi online di Biak yang cukup membantu sebagai pegawai maupun ibu rumah tangga. 

Selain kemudahan pemesanan, faktor harga menjadi alasan lain masyarakat memilih transportasi online. Untuk perjalanan tertentu menggunakan mobil, warga menyebut tarif yang ditawarkan dapat berada pada kisaran Rp30 ribuan.

 Kendaraan juga dapat digunakan beberapa penumpang sekaligus sehingga dinilai cukup ekonomis, terutama bagi keluarga atau kelompok kecil.

Kemudahan lainnya adalah kendaraan dapat dipesan dari lokasi tertentu tanpa harus mendatangi pangkalan atau menunggu angkutan umum melintas. Melalui aplikasi, penumpang dapat menentukan titik penjemputan dan tujuan perjalanan secara langsung.

Pengalaman menggunakan transportasi online di kota lain turut menjadi pembanding. Salah seorang warga mengatakan ketika bepergian ke Jayapura, dari Biak kendaraan dapat dipesan untuk menjemput langsung di rumah, termasuk dari Kawasan yang jauh dari Bandara ke tempat tinggalnya, menjadi lebih praktis tanpa harus mencari kendaraan secara manual.

Tidak hanya bagi masyarakat lokal, keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi juga dinilai dapat membantu pelancong dan wisatawan yang datang ke Biak. 

Bagi Leo, salah satu wisatawan dari Serui, yang belum mengenal jaringan transportasi lokal di Biak, aplikasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan kendaraan dari bandara, hotel maupun lokasi penginapan menuju tempat wisata dan pusat aktivitas lainnya.

“Harganya transparan, dan kita  jadi lebih nyaman dan mudah mengatur perjalanan kapanpun dimanapun,” jelasnya. 

Kemudahan tersebut dinilai semakin penting apabila Biak ingin mendorong sektor pariwisata. Wisatawan membutuhkan akses transportasi yang mudah dipahami, dapat dipesan secara cepat, memiliki informasi titik penjemputan dan tujuan, serta memberikan gambaran biaya perjalanan sejak awal.

Di daerah tujuan wisata, ketersediaan transportasi menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan. Destinasi yang menarik tetapi sulit dijangkau dapat mengurangi kenyamanan pelancong. Sebaliknya, pilihan transportasi yang beragam dapat membantu wisatawan mengatur perjalanan dari bandara menuju penginapan, objek wisata, pusat kuliner maupun lokasi lainnya di Biak Numfor.

Namun, dukungan terhadap keberadaan transportasi online bukan berarti keluhan pengemudi transportasi konvensional dapat diabaikan. Persoalan penurunan pendapatan, persaingan tarif, wilayah operasi, kewajiban administrasi hingga perlindungan terhadap mata pencaharian pengemudi lokal tentu saja membutuhkan perhatian pemerintah. (*).

Editor : Agung Trihandono
BIAK taksi