LLK Biak Latih 80 Peserta Vokasi, Perkuat Penempatan Kerja Lulusan ke Dunia Industri

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Kepala UPTD LLK UKM Biak, Yalon Kbarek 
(CeposOnline.com/Ismail)
Kepala UPTD LLK UKM Biak, Yalon Kbarek  (CeposOnline.com/Ismail)

CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR – UPTD Loka Latihan Kerja (LLK) UKM Biak Numfor terus memperkuat perannya dalam menyiapkan tenaga kerja terampil melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi.

 Pada pelaksanaan program nasional Batch II tahun ini, LLK Biak telah melaksanakan lima paket pelatihan yang menyasar sekitar 80 peserta dengan harapan tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga meningkatkan peluang mereka terserap ke dunia kerja.

Kepala UPTD LLK UKM Biak, Yalon Kbarek, Senin (31/8) ditemui diruang kerjanya, mengatakan lima program pelatihan yang dilaksanakan melalui dukungan APBN tersebut meliputi dua kelas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), satu kelas Teknik Las, satu kelas Teknik Listrik, dan satu kelas Otomotif. Seluruh kegiatan merupakan bagian dari program pelatihan yang difasilitasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong.


"Untuk pelaksanaan kegiatan Batch II secara nasional, kami sudah melaksanakan lima paket pelatihan. Saat ini yang sedang berlangsung adalah uji kompetensi peserta kejuruan otomotif sebagai tahapan akhir dari program pelatihan," ujar Yalon saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8).


Ia menjelaskan, setiap kelas diikuti sekitar 16 peserta sehingga total peserta yang memperoleh pelatihan melalui program APBN mencapai kurang lebih 80 orang. Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Namun demikian, Yalon menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu memasuki dunia kerja. Karena itu, LLK Biak terus membangun komunikasi dengan Bidang Penempatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Biak Numfor guna membuka akses kerja bagi para alumni pelatihan.

"Kami terus berkoordinasi dengan bidang penempatan tenaga kerja untuk bagaimana peserta yang sudah memiliki kompetensi dapat ditempatkan pada perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja. Mereka juga kami dorong mengikuti kegiatan Job Fair yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja," katanya.

Selain penempatan kerja, LLK Biak juga mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk membuka program pemagangan bagi lulusan. Skema tersebut dinilai penting agar peserta memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus mengasah keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.

"Kalau perusahaan bersedia menerima peserta magang, tentu akan kami tempatkan. Melalui pemagangan, mereka tidak hanya menambah pengalaman kerja, tetapi juga dapat menerapkan kompetensi yang sudah dipelajari selama pelatihan," jelasnya.

Yalon berharap sinergi antara lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan dunia usaha terus diperkuat sehingga lulusan LLK Biak tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

 Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus dibarengi dengan terbukanya akses menuju pasar kerja agar manfaat pelatihan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (*)

Editor : Agung Trihandono
BIAK Ceposonline.com