CEPOSONLINE.COM, BIAK NUMFOR – Pelatihan pembuatan perahu fiber yang mempertemukan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya menjadi titik awal penguatan kerja sama antardaerah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP). Kedua pemerintah daerah berkomitmen memperluas kolaborasi melalui berbagai program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja serta potensi daerah.
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Kapisa, SH, Senin (31/8) kepada awak media didampingi Kadinsos Mamberamo Raya Lukas Senggi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya yang memilih Biak sebagai mitra dalam peningkatan kompetensi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan sekadar penyelenggaraan pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat Papua yang mandiri serta produktif.
"Kami berharap ini menjadi pintu awal yang luar biasa. Bukan hanya Mamberamo Raya datang ke Biak untuk belajar, tetapi ke depan kedua daerah bisa saling mendukung dalam berbagai program pembangunan masyarakat," ujar Jimmy.
Ia menilai pengembangan SDM menjadi salah satu kunci agar masyarakat Papua mampu memanfaatkan potensi daerahnya sendiri. Karena itu, pelatihan vokasi harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mampu melahirkan pelaku usaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Jimmy juga berharap hubungan kerja sama tersebut nantinya berkembang menjadi hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Menurutnya, apabila masyarakat Mamberamo Raya telah mampu memproduksi perahu fiber secara mandiri, bukan tidak mungkin hasil produksinya dapat dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Biak Numfor.
"Harapan kami suatu saat nanti bukan hanya Biak yang memproduksi perahu fiber. Masyarakat Mamberamo Raya juga mampu menghasilkan produk berkualitas sehingga terjadi hubungan ekonomi yang saling menguatkan antardaerah," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya, Lukas Senggi, mengatakan pemerintah daerahnya memandang kerja sama dengan Biak Numfor memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan.
Menurutnya, kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Mamberamo Raya masih sangat besar sehingga kolaborasi serupa akan terus didorong pada sektor-sektor lainnya.
Ia mengungkapkan, selain pelatihan pembuatan perahu fiber, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya juga membuka peluang kerja sama dalam bidang menjahit, otomotif, pertukangan, teknologi informasi, hingga berbagai keterampilan lain yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja.
"Kami berharap hubungan ini terus terjalin. Biak memiliki fasilitas dan pengalaman yang bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat Mamberamo Raya. Ke depan kami ingin membangun kolaborasi yang lebih luas sehingga semakin banyak tenaga kerja yang memiliki keterampilan," ujar Lukas.
Menurutnya, pengembangan SDM melalui pelatihan vokasi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka pencari kerja sekaligus menciptakan peluang usaha baru di daerah. Dengan meningkatnya keterampilan masyarakat, diharapkan akan tumbuh unit-unit usaha produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
Kolaborasi antara Biak Numfor dan Mamberamo Raya tersebut diharapkan menjadi model kerja sama pembangunan antardaerah di Papua, di mana peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan hubungan antarkabupaten. (*)