CEPOSONLINE.COM, BIAK-Bupati Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM melakukan panen perdana 200 ayam broiler (ayam pedaging) di Kelompok Tani Kobeoser dan Wirbepres di Kampung Mambesak, Distrik Biak Utara, Jumat (21/8/2026). Usaha ayam pedaging di dua kelompok tani ini menggunakan dana desa dengan modal awal sebesr Rp. 15 juta per kelompok tani.
Bupati Markus Mansnembra mengapresiasi keberhasilan masyarakat melalui kelompok tani yang berhasil memelihara ayam pedaging meskipun berada di kampung. Kegiatan ini dinilai penting memperkuat kemandirian pangan serta menggerakkan ekonomi warga lokal.
“Saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah memberikan apresiasi atas keberhasilan usaha peternakan di dua kelompok tani ini, kedepannya agar terus dikembangkan dan jangan sampai disini saja,” ujar Bupati.
Markus Mansnembra menyarankan, agar hasil penjualan setiap kali panen dikelola dengan baik, diputar untuk membeli bibit baru dan jumlahnya terus ditingkatkan sehingga keuntungan yang didapatkan berdampak pada peningkatan petani.
“Hasil penjualannya agar diputar sebagai modal, jangan langsung habis. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor akan memberikan dukungan dan perhatian serius terhadap upaya pengembangan usaha pertanakan maupun pertanian,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor untuk terus melakukan pendampingan dan mendorong usaha-usaha berbasis ekonomi kerakyatan melaui sektor peternakan ataupun pertanian.
“Di Biak ini apapun yang diusahakan kalau ditekuni akan memberikan dampak pendampatan, dan saya berharap teman-teman dari Dinas Pertanian dan Tananaman pangan tak bosan-bosannya terus melakukan pendampingan kepada masyarakat, lakukan edukasi supaya masyarakat petani dan peternak terus berinovasi melihat peluang pasar,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, selain Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Biak Numfor drh. Bambang Haryanto, sejumlah pejabat dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga ikut hadir dalam panen perdana itu.(*)
Editor : Weny Firmansyah