Juga Ada Pengibaran Merah Putih di Bawah Laut 

Fiktor Palembangan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Perayaan Hari kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Biak Numfor telah dilaksanakan Upacarabenderarbawah laut d reruntuhan pesawat perang dunia II bersama Wanita Selam Indonesia (Wasi) yang di Pimpin langsung oleh Ny Tri Tito Karnavian. (HUMAS PRO BIAK)

Perayaan Hari kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Biak Numfor telah dilaksanakan Upacarabenderarbawah laut d reruntuhan pesawat perang dunia II bersama Wanita Selam Indonesia (Wasi) yang di Pimpin langsung oleh Ny Tri Tito Karnavian. (HUMAS PRO BIAK)

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Sebagai rangkaian dari peringatan HUT Kemerdekaan ke-81, juga dilakukan pengibaran bendera merah putih dibawa laut beberapa hari sebelumnya, di dua lokasi, yakni Catalina Point dan Dede Point, Biak.

 

Upacara dan parade bendera Merah Putih di bawah laut melibatkan langsung Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) Tri Tito Karnavian, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, pengurus Wanita Selam Indonesia (WASI) dan penyelam yang ada di Biak. 

 

“Upacara pengibaran bendera bawa laut ini diinisiasi oleh WASI, dan Ketua WASI Ibu Tri Tito Karnavian. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada WASI, karena dengan begini juga telah memperkenalkan Biak keluar,” ujar Bupati Markus O. Mansnembra. 

 

Sebelumnya, Tri Tio Karnavian mengatakan, bahwa pengibaran bendera dibawa laut oleh WASI dilakukan disetiap momen peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap tahun dan memilih lokasi berbeda, dimana sebelumnya dilakukan di Maluku Utara. 

 

Di Biak, dinilai memiliki makna tersendiri, dimana selain keindahan alamnya juga menyimpan reruntuhan pesawat pengebom amfibi Catalina milik Tentara Sekutu dan pesawat angkut Scottish Aviation Twin Pioneer peninggalan Belanda.

 

Dalam keterangan persnya, Tri Tito Karnavian mengatakan pemilihan lokasi upacara di Biak bukan sekadar karena lautnya yang jernih dan terumbu karang yang mempesona. Pulau Biak dinilai menyimpan sejarah Perang Dunia II sebagai pangkalan militer Jepang dan Tentara Sekutu. Selain itu, Pulau Biak merupakan Pangkalan Militer Utama Belanda yang menjadi target infiltrasi Operasi Trikora TNI saat pembebasan Papua saat itu.

 

 Selain itu, Biak dinilai memiliki keunggulan lain, baik dari daratan dan lautannya yang sangat bersih. Hal itu dibuktikan Kota Biak telah dianugerahi Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut sebagai Kota Kecil Terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.(*)

Editor : Weny Firmansyah
Biak Papua Ceposonline.com