Kadin Papua Yakin Perekonomian Papua 2023 Akan Tetap Tumbuh

Ketua Kadin Papua Ronald Antonio. ANTARA/Evarukdijati

Ronald: Pemerintah Harus Membina UMKM

JAYAPURA-Ketua Kadin Papua Ronald Antonio Bonai mengatakan untuk masyarakat, pelaku usaha dan UMKM yang ada di Paua tidak perlu kawatir mengenai adanya isu resesi secara global dan bahkan dikatakan perekonomian Indonesia akan gelar, karena menurutnya hal itu tidak sepenuhnya benar karena perekonomian Papua akan tetap tumbuh di Tahun 2023.

“Saya sebagai ketua Kadin Papua tidak melihat pesimis seperti apa tanggapan para pengamat ekonomi, kenapa pada awal desember kemarin kita Rapimnas, Bapak Prisiden, Menkoperekonomian yang hadir dan setiap sambutan mereka tidak ada lagi mengatakan bahwa ekonomi akan gelap,”Ungkap Ronald kepada Cenderawasih Pos, Selasa (3/1)

Ia menambahkan yang dikatakan Pemerintah Pusat bahwa perekonomian Indonesia akan gelap sudah diralat jadi Tahun 2023 Indonesia tidak ada lagi berbicara pesimis tapi berbicara optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan naik.

“Khusus di Papua kita melihat ekonomi berjalan dari sektor APBD dan pendapatan pertambangan yang diandalkan di Papua, sehingga saya melihat yang bisa membuat Papua bertahan dan berjalan dari sekotor UMKM dan menengah keatas mungkin sedikit merasakan dampak tapi UMKM ini yang bisa membuat stabilita perekonomian berjalan,”Ungkapnya.

Dirinya menambahkan Kadin Papua selalu mendorong bagaimana pemerintah untuk melakukan pembinaan UMKM lebih banyak lagi. Kadin telah beberapa kali menyampaikan bahwa UMKM harus diperhatikan serius.

“Yang sudah kita lakukan contohnya kita membuat UMKM harus terdaftar MIB, karena dengan adanya MIB akan mempermudah memndapatkan akses permodalah oleh perbankan seperti KUR yang memiliki bunga yang sangat kecil,”Ungkapnya.

Disinggung mengenai sektor pertambangan yang ada hanya di Provinsi Papua Tengah, oleh sebab itu dirinya mengatakan ekonomi Papua hanya bergerak hanya dari sektor APBD yakni pekerjaan yang dibiayai pemerintah, oleh sebab itu dirinya melihat Provinsi yang baru akan hanya bergerak dari APBD tadinya.

“Di Merauke ada pada dan itu miliki penghasilan tambahan, sementara di Papua Tengah ada tambang posisinya. Makanya pemerintah harus melihat sektor UMKM diberikan kemudahan dalam hal permodalan,”Katanya.

Oleh sebab itu dirinya berpesan kepada pelaku usaha dan pelaku UMKM harus tetap optimis karena perekonomian Papua akan tetap tumbuh dan tidak adalagi yang akan berbicara ekonomi gelap.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *