Danrem Geram Ada Penerbangan Komersil ‘Layani’ Suplai Logistik KST

Danrem 172/PWY Brigjen J.O. Sembiring ketika melakukan patroli bersama Satgas 143/TWJ, Satgas Damai Karten dan Koramil Kiwirok di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang guna melihat situasi paska konflik September Tahun 2022 lalu. Patroli ini dilaksanakan pada Kamis (3/11) dari pagi hari hingga sore hari.

JAYAPURA-Danrem 172/PWY Brigjen JO Sembiring terlihat geram karena adanya penerbangan komersil yang melayani penerbangan ke Kampung Kukihil Distrik Kiriwok Kabupaten Pegunungan Bintang. Dimana kampung tersebut dihuni oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Lamek Tapol dan simpatisannya.

Bahkan saat Danrem melakukan patroli pada Jumat (4/11) terlihat pesawat komersil tersebut kembali masuk ke Kampung Kukihil untuk mengantar bahan makanan pada Pukul 07:00 WIT.

Dimana diketahui semenjak konflik yang terjadi di Kiwirok pada September 2021 lalu tidak adalagi penerbangan komersil yang masuk dan ketika TNI/Polri meminta pesawat komersil masuk, pihak maskapai enggan melayani karena alasan keamanan.

“Hari ini pada pukul 07:00 WIT tadi satu pesawat mendarat di bandara Kukihil, pendaratan pesawat ini bukan hanya kali ini, dimana dari hasil laporan dari anggota pada tanggal 17 Oktober lalu ada, bulan Juli ada dan bulan Mei juga ada. Berarti pesawat ini kerap medarat di Kukihil,”Ungkap Danrem.

JO Sembiring menambahkan pihaknya juga sudah mempertanyakan kepada Pemda Pegunungan Bintang terkait penerbangan tersebut dan Bupati Pegunungan Bintang menyatakan hanya satu kali pernah mengirimkan obat-obatan ke kampung tersebut.

“Kemudian data yang ada pesawat komersil ini dicapter oleh masyarakat. Ada kejanggalan disini kenapa penerbangan pesawat komersil tidak berani masuk dan mendarat di Bandara utama Kiwirok yang memiliki landasan bagus dan panjang serta ada aparat gabungan TNI/Polri. Sementara di Kukihil yang tidak ada aparat mereka berani medarat,”Tambahnya.

Oleh sebab itulah pihaknya merasa patut mencurigai bahwa logistik yang masuk ke Kukihil adalah untuk kelompok Lamek Taplo yang dikirim melalui pesawat Karavan yang akan kita dalami dan cari bersama Polri, siapa yang menyuplai mereka,”Tegasnya.

TNI/Polri akan segera mengambil langkah bagaimana cara memutus matarantai suplai logistik untuk kelompok Lamek Taplo.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *