Mathius Awoitauw Sosok Bapa Pemberdayaan Masyarakat Adat

Mathius Awoitauw. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sosok Mathius Awoitauw boleh dibilang tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Papua, terutama masyarakat di Kabupaten Jayapura. Selain karena dia sebagai Bupati Jayapura dua periode, dia juga memegang jabatan Ketua DPD NasDem Papua. Satu hal  yang juga  selalu membuat orang mengenang sosok Mathius Awoitauw , karena dia memperjuangkan hak- hak masyarakat adat di Kabupaten Jayapura melalui program pemberdayaan masyarakat adat.

Tokoh Adat Kabupaten Jayapura, Daniel Toto mengatakan, Mathius Awoitauw sangat layak disebut sebagai bapak pemberdayaan masyarakat adat, karena selain menggagas mengenai pemberdayaan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, dia juga benar-benar konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

“Apa yang saya amati, perjuangan seorang Mathius Awoitauw terhadap kebangkitan masyarakat adat sangat luar biasa,” kata Daniel Toto, Rabu (26/10).

Dia mengatakan, untuk mendapatkan pengakuan dari negara bahkan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Menjelang akhir kepemimpinannya, negara telah memberikan pengakuan kepada 14 kampung adat dan 38 lainnya sedang dalam proses.

Menurutnya, itu merupakan output terakhir yang dihasilkan oleh Mathius. Artinya negara secara resmi memberikan pengakuan, tentang keberadaan masyaraat adat itu. Menurut dia, Mathius merupakan sosok yang memiliki pandangan luas ke depan. Dimana dia melihat masyarakat adat itu dari sisi ke depan masyarakat adat itu seperti apa.

“Apa yang harus kita tinggalkan pada waktu yang akan datang untuk anak cucu kita. Sangat layak kalau kita sebut dia sebagai bapak pemberdayaan masyarakat adat.  Karena dia inisiatornya dan dia orang yang sangat inspirator, untuk menggerakkan segala sesuatu dan orang yang sangat konsisten ,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw kepada media ini mengungkapkan, pemerintah pusat saat ini  sedang berupaya memajukan pembangunan di Papua melalui pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal. Tentunya hal ini sejalan dengan apa yang sedang dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura melalui program kerjanya yaitu pemberdayaan masyarakat adat.

Menurutnya, orang Papua harus kembali keperadabannya. Mulai dengan keahliannya membangun negeri ini. Keahlian yang dimaksudnya adalah bagaimana orang Papua bisa memanfaatkan seluruh kekuatan dan potensi berbasis adat dan budaya . Salah satu kekuatan yang sedang dibangun saat ini adalah kampung adat.

“Saya selalu minta seluruh dewan adat suku yang ada di Kabupaten Jayapura untuk terlibat aktif dan mendampingi program kampung-kampung adat yang ada di wilayah adat masing-masing. Tujuannya agar kampung adat dapat tumbuh dari keaslian budayanya. Yang penting, masyarakat adat bisa memproteksi tanah dan hutannya untuk kesejahteraan diri sendiri dan generasi selanjutnya,” ujar Bupati Mathius Awoitauw belum lama ini. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *