Gerakan Pulang Kampung jadi Tema Sarasehan di Kampung Hobong

Kampung Hobong

SENTANI- Sepuluh kampung di wilayah Danau Sentani secara serempak melaksanakan kegiatan sarasehan,  yang menjadi bagian terpenting dari Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kabupaten Jayapura. Di mana kegiatan itu berlangsung selama dua hari dari tanggal 25 sampai 26 Oktober 2022.

Tema besar yang diusung dalam kegiatan sarasehan di kampung ini adalah  Gerakan Pulang Kampung: Pemuda Adat dan Aksi Kolektif Penyelamatan Bumi. Melawan Kepunahan dan Krisis Iklim dengan Teknologi yang Diprakarsai Pemuda Adat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pembicara yang mumpuni di bidangnya yakni Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Michelin Sallata, Lakoat Kujawas Anthony Oematan, XR Indonesia Muhammad Fathur Rosiy, Green Leaders Indonesia Didik Apriliyanto dan EcoNusa.

Masyarakat adat di kampung itu diwakili oleh Ondofolo Yunus Piet Ibo yang membuka sarasehan tersebut. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu dan undangan yang ikut menghadiri kegiatan sarasehan ini.

“Saya ucapkan selamat datang kepada peserta sarasehan dari berbagai kontingen komunitas masyarakat adat nusantara,” ucap Ondofolo Kampung Hobong, Yunus Piet Ibo, Selasa (25/10).

Dia mengatakan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) itu baru pertama kali dikenal oleh masyarakat melalui kegiatan KMAN VI di Kabupaten Jayapura,  yang mana kegiatan sarasehan ini dilaksanakan selama dua hari.

“Kampung Hobong ini merupakan kampung yang menghadirkan AMAN di Papua. Wadah AMAN ini belum pernah di kenal dikalangan masyarakat adat Papua ini. Walaupun sudah ada, tapi tidak pernah ada kongres nya yang kami dengar selama ini,” imbuhnya.

Pihaknya sangat terbuka dan bersedia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan secara sehat .  Pihaknya juga telah menyiapkan rumah-rumah warga di sekitar tempat sarasehan untuk dijadikan tempat penginapan bagi ratusan tamu dan peserta undangan yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Untuk itu, sebagai pimpinan masyarakat adat, saya  mengajak kepada seluruh masyarakat adat yang ada di Kampung Hobong agar dapat mengambil bagian selama kegiatan berlangsung di kampung tersebut, baik itu dalam kegiatan kongres maupun sarasehan,” tandasnya. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *