Balai Guru Penggerak Papua Gelar Rakor PPGP

 

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Pendidikan Guru Penggerak RI Kasiman (baju batik Lengan Panjang) foto bersama Kepala Balai Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd dan Pengurus Guru Penggerak Papua. (Karel/Cepos)

 

JAYAPURA-Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua menggelar rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) di Hotel Suni Abepura, Senin, (17/10). Rakor PPGP berlangsung selama tiga hari, 18-20 oktober 2022 diikuti peserta 29 Kabupaten/Kota.

Rakor dibuka secara resmi oleh, Kasiman selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Pendidikan Guru Penggerak RI. Kasiman menjelaskan bahwa tujuan Kegiatan Rakor PPGP Provinsi Papua tahun 2022 adalah untuk menginformasikan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selain itu, juga untuk menginformasikan kebijakan dan Program Kerja Balai Guru Penggerak Provinsi Papua guna membangun Koordinasi dan Sinergitas antara Balai Guru Penggerak Provinsi Papua dengan Dinas Pendidikan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua.

 

“Rakor ini diselenggarakan oleh BGP Papua, lembaga BGP ini merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat guna mengkordinir program program pemerintah pusat untuk dapat berkolaborasi dengan dinas Provinsi maupun Kabupaten/Kota se Provinsi Papua,” terang Ketua Pokja PPGP sesuai Oembukaan Rakor.

 

Kasiman mengharapkan, dari Rapat Koordinasi Program Kerja Balai Guru Penggerak Provinsi Papua ini dapat tersosialisasinya program pendidikan guru penggerak dari Pemerintah pusat. Selain itu dapat menciptakan pemahaman maupun persepsi yang baik dan terbangunnya sinergitas antara Balai Guru Penggerak Provinsi Papua dengan Dinas Pendidikan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota se Provinsi Papua.

 

“Program ini biasanya dilakukan oleh P4TK atau LP2KS, dimana di Indonesia hanya ada 7 (tujuh) tempat dan itu hanya ada di Jawa, tetapi sekarang sudah didistribusikan di seluruh provinsi dan salah satunya adalah Provinsi Papua,” terang Kasiman.

 

Diapun mengungkapkan tujuan dari Program pendidikan Guru pengerak adalah untuk mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri. Sehingga guru guru penggerak ini memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik.

 

“Nantinya dengan mengikuti program Guru Pengerak ini bisa menjadi Kepala sekolah, bisa jadi pengawas sekolah, instruktur, maupun pejabat di Bidang Pendidikan,” ungkap Kasiman.

 

Sementara itu Kepala Balai Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua, Fatkurohmah, S.Pd., M.Pd, mengatakan

latar belakang adanya rakor PPGP tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No 14 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Guru Penggerak dan Balai Guru Penggerak. Dengan tugas melakukan pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah.

 

Dalam melaksanakan tugas, BGP Papua menyelenggarakan fungsi antara lain : pemetaan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan model peningkatan kompetensi, pelaksanaan peningkatan kompetensi, fasilitasi peningkatan kompetensi, Supervisi peningkatan kompetensi, pemantauan dan evaluasi serta pelaksanaan kemitraan dibidang pengembangan dan pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan lainnya.

 

“Rakor PPGP ini melibatkan 29 Kabupaten Kota. dan yang ikut Rakor PPGP adalah kepala dinas, penanggungjawab guru penggerak, penanggungjawab sekolah penggerak, dan penanggungjawab implementasi kurikulum meredeka,” terang Kepala BGP Papua.

 

Fatkurohmah mengharapkan dari Rakor PPGP ini menadapat dukungan dan juga tanggapan yang posistif dari semua daerah yang ada di Papua untuk dapat bersinergi keterlaksanan program program unggulan yang ada di Balai Penggerak provinsi Papua.

 

“Kegiatan Rakor PPGP ini sangat positif sehingga harapannya dari kegiatan ini dapat tersosialisasinya Program Kerja Balai Guru Penggerak Provinsi Papua tahun 2022,” tutup Fatkurohmah. (rel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *