Basarnas dan Lantamal Back Up Keamanan Penyeberangan di Danau Sentani

Pintu penyebrangan Yahim yang akan dipakai untuk kegiatan lalu lintas para tamu dan peserta yang akan mengikuti kegiatan secara sehat di sejumlah kampung yang ada di kawasan pemukiman danau Sentani. foto: Robert Mboik Cepos

SENTANI- Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN)  di Kabupaten Jayapura tinggal menghitung hari.  Untuk kegiatan pembukaan sudah dipastikan dilaksanakan pada 24 Oktober mendatang, sementara untuk kegiatan penutupannya akan dilakukan pada tanggal 30 Oktober tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Jayapura selaku panitia lokal penyelenggara KMAN sudah mematangkan persiapan,  terutama akomodasi dan fasilitas yang akan digunakan oleh para tamu dan peserta,  termasuk pada saat penyelenggaraan kegiatan sarasehan yang akan dilangsungkan di 10 kampung yang ada di kawasan pemukiman Danau Sentani.

Ketua Panitia Lokal KMAN Kabupaten Jayapura,  Timothius Demetouw mengatakan, pihaknya sudah membangun koordinasi dengan pihak Basarnas dan juga Lantamal 10 Jayapura untuk mendukung atau membackup dari sisi keamanan bagi para tamu dan peserta kongres ketika nantinya mereka melalui jalur Danau Sentani untuk penyeberangan menuju ke 10 kampung yang menjadi tempat kegiatan sarasehan.

“Kondisi danau kita ini sebenarnya sangat berbeda dengan kondisi laut terbuka, namun kita sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan Lantamal 10 Jayapura untuk memback up dari sisi keamanannya pada saat melakukan mobilisasi ke kampung-kampung” ungkapnya.

Dia mengatakan,  dari hasil koordinasi kedua instansi tersebut juga siap mendukung.  Namun pihaknya juga menggarisbawahi terkait dengan potensi gelombang sebenarnya yang terjadi di Danau Sentani ini tidak terlalu signifikan seperti di perairan laut ataupun di danau lainnya di Indonesia salah satunya di Danau Toba.  Apalagi perairan Danau Sentani ini rata-rata selalu memiliki daratan di beberapa bagian dalam danau, sehingga hal ini juga turut mempengaruhi sejauh mana gelombang yang dihasilkan.

“Danau kita ini rata-rata untuk titik terjauhnya hanya di Yokiwa. Kalau kita melalui jalur danau, tetapi ada juga jalur darat yang bisa kita gunakan.  Namun pada intinya kami selaku panitia sudah mempersiapkan dan menjamin keamanan dari para peserta atau tamu yang akan mengikuti kegiatan KMAN,”tambahnya.(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *