RSUD Yowari Siapkan Penanganan Pasien KMAN Rujukan

Direktur RSUD Yowari,  Petronella Risamasu. foto: Robert Mboik Cepos

SENTANI- Tinggal 7 hari lagi pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) dilakukan di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.  Sejumlah persiapan pun terus dimatangkan, salah satunya terkait dengan penanganan kesehatan terhadap para tamu yang akan datang di Kabupaten Jayapura.
Direktur  Rumah Sakit Umum Daerah Yowari, dr. Petronella Risamasu mengatakan, untuk RSUD Yowari, telah menyiapkan penanganan pasien rujukan untuk para tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara yang ada di Kabupaten Jayapura.
“Sekarang tinggal 7 hari lagi untuk RSUD kami akan melayani pelayanan rujukan,” kata Petronella Risamasu, kepada media ini di kantor Bupati Jayapura Senin (17/10) kemarin.
Kemudian untuk penanganan pasien KMAN di tempat-tempat pelaksanaan kegiatan,  tentunya tim kesehatan yang bertugas di lapangan juga sudah stand by di setiap tempat KMAN itu.  Misalnya penanganan itu tidak bisa diselesaikan secara klinis di tempat kegiatan maka itu akan dirujuk.
“Saya kira teman-teman di dinas kesehatan Kabupaten Jayapura juga sudah approve sekali berapa hal yang harus diselesaikan,”jelasnya.
Lanjut dia sehubungan dengan pelayanan terhadap pasien rujukan di Rumah Sakit Umum tersebut pihaknya juga akan membuat alur koordinasi rujukan.  Misalnya yang bisa ditangani oleh para petugas medis di tempat tinggal atau tempat kegiatan sarasehan.  Apalagi di sejumlah tempat cara Sehan itu sudah ada Puskesmas membantu dan juga ada sejumlah petugas yang diturunkan untuk membackup kegiatan itu.
” Jika tidak bisa selesai maka rujukan ke rumah sakit.  Nah untuk di rumah sakit pelayanannya bagaimana, alur masuk tetap lewat alur masuk rutin. Jadi tetap lewat IGD,”bebernya.
Kemudian dari Instalasi Gawat Darurat itu baru ke rawat inap jika pasien yang bersangkutan membutuhkan penanganan rawat inap.  Untuk rapat inap sendiri pihaknya sudah menyiapkan ruangan rawat inap kelas 1 sebanyak 1 ruangan.  Di mana satu ruangan itu terdiri dari dua tempat tidur.
“Kita masih melihat ke depan apakah masih dibutuhkan penambahan ruangan lagi,  memang semua rumah sakit semua pasien yang datang jika ada ruangan harus kita optimalkan,” ujarnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *