Costant Karma: Melanggar Etika Pemerintahan, Penjabat Gubernur yang Ditunjuk Meminta Gubernur Devinitif  Pilihan Rakyat Mundur.

Costant Karma

Tidak Perlu Merasa Malu, Sesama Pemimpin harus Saling Mendukung, Bukan Menjatuhkan.

JAYAPURA – Adanya pernyataan keras Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw yang meminta Gubenur Lukas Enembe mundur dari jabatannya disayangkan oleh mantan Pj. Gubernur Papua Constant Karma.
” Secara etika pemerintahan, tidak bisa demikian seorang penjabat Gubenur minta agar Gubernur devinitif mundur dari jabatannya, meskipun statusnya tersangka sekalipun, etika dalam pemerintahannya tidak seperti itu, ” ungka Costant Karma kepada Ceposonline.com kemarin.
Sebagaimana video dan berita yang viral dan beredar di media sosial, panjabat Gubenur Papua Barat Paulus Waterpauw telah melayangkan somasi kepada PH Gubernur Papua. Tidak itu saja, Paulus juga dengan tegas minta agar Gubernur Papua Lukas Enembe mundur dari jabatannya karena terkait kasus dugaan korupsi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Mantan Birokrat senior ini mengatakan, jika Pj Gubernur Papua Barat mensomasi Penasihat Hukum (PH)Gubernur Papua, Silahkan saja, karena kedudukan PH berbeda dengan kedudukan dan jabatan Gubernur.
” Dalam pemerintahan, ada etika pemerintahan.  Tidak etis pajabat Gubernur yang ditunjuk meminta mundur gubernur definitif yang dipilih oleh rakyat dalam proses demokrasi dan sistem politik di negara ini, tidak bisa seperti itu, kita juga perlu memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat,” ujarnya.
Dikatakan, semua rakyat Papua menghargai gubernur, sekalipun dia tersangkut kasus hukum.” Sampai apabila ada keputusan hukum terhadap gubenur, kita juga perlu menghormati keputusan hukum tersebut,”  ungkap Karma.
Disampaikan, kasus hukum yang menimpa Gubenur Papua tidak perlu membuat Penjabat Gubernur Papua merasa malu. ” Kita semua prihatin, tapi tidak perlu sampai merasa malu. Biasa saja, karena kasus seperti ini terjadi juga pada banyak orang, banyak pejabat, bukan hanya Lukas Enembe,” jelasnya seraya menambahkan bahwa situasi dan kondisi yang terjadi demikian jadi tidak harus merasa malu tetapi hendaknya memberikan dukungan dengan tetap menghargai proses hukum yang ada.
Dikatakan, terlepas dari kekurangan dan berbagai persoalan, termasuk persoalan hukum yang dihadapi Lukas Enembe, hendaknya tetap menghormatinya sebagai gubernur Papua yang dipilih langsung oleh rakyat Papua.
” Sama halnya juga kita menghargai dan menghormati Paulus Waterpauw sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat. Mereka ini pemimipin-pimimpin kita di Tanah Papua. Semua kita hargai dan hormati. Sesama pemimpin tidak perlu saling menjatuhkan,” ungkapnya. (Ist/luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *