Ada yang Kabur Meninggalkan Bahan Peledak

Wakapolda Papua, Brigjend Pol Ramdani bersama Danrem 172/PWY, Brigjend TNI J.O Sembiring mengecek barang bukti yang diamankan dari sweeping pada Selasa (20/9)

JAYAPURA – Sebanyak 14 orang peserta demo Save Lukas Enembe yang ingin bergabung ke titik kumpul di Taman Imbi Jayapura pada Selasa (20/9) diamankan. Empat belas orang ini diamankan lalu dibawa ke Polresta Jayapura Kota karena kedapatan membawa alat tajam berbagai jenis. Tak hanya itu, ada juga yang membawa busur panah dan minuman keras. Namun yang menarik perhatian aparat keamanan adalah dari peserta demo tersebut ternyata ada yang mengantongi bahan peledak, dopis.

Hanya sayangnya pelaku yang membawa ini sempat kabur saat akan digeledah. Polisi masih menelusuri pelaku tersebut karena mendapat catatan khusus dari aparat kepolisian.

“Jadi kalau masyarakat tanya kemarin kenapa ada penyekatan dan ada yang diperiksa ya karena ini. Kami mendapat informasi bahwa ada peserta yang tidak mau diatur,” beber Wakapolda Papua, Brigjend Pol Ramdani Hidayat didampingi Danrem 172/PWY, Brigjend TNI J.O. Sembiring, Kapolresta Kombes Pol Victor Mackbon dan pejabat polda lainnya di halaman Mapolresta, Rabu (21/9).

Ramdani menyampaikan bahwa saat dilakukan sweeping atau razia di PTC ternyata ada pengendara motor yang membawa bahan peledak. Namun pelaku berhasil kabur sebelum diperiksa.

“Ini akan kami seriusi. Ini tujuannya sudah berbeda karena memang diniati untuk mengacaukan. Kemarin sudah kami sepakati bersama dengan para coordinator lapangan tapi ternayata masih ada yang tidak patuh,” beber Wakapolda.

Meski demikian Ramdani menyampaikan bahwa secara umum aksi demo di Taman Imbi terbilang tertib dan lancar karena sebagian besar pendemo bisa mematuhi kesepakatan. Danrem, J.O Sembiring juga menyampaikan bahwa bahan peledak ini tak ada kaitannya dengan aksi demo sehingga pihaknya juga mempertanyakan peruntukkannya. “Memangnya ada ikan di Taman Imbi, kok ini (dopis) dibawa ke lokasi demo. Bayangkan jika ini dibakar kemudian diledakkan ke dalam kerumuman,” imbuh Danrem. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *