Polisi Diminta Lakukan Penegakan Hukum Terhadap Pesan Provokatif

Gustaf Kawer S.H, M.Si

JAYAPURA – Beredarnya pesan berantai yang mengatas namakan Masyarakat Nusantara di Papua perihal himbauan keamanan Kota Jayapura menghadapi aksi demostrasi Koalisi Rakyat Papua (KRP) terkait penetapan tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe dinilai provokatif dan bernuansa SARA.

Melihat hal ini Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia atau PAHAM Papua, Gustaf Kawer secara tegas meminta Kapolda Papua dan Kapolresta Jayapura dan Kapolres Jayapura seharusnya melakujan tidakan penegakan hukum kepada pelaku penyebar berita provokatif dimaksud.

“Kapolda Papua, Kapolresta Jayapura dan Kapolres Jayapura selain mengantisipasi demo nanti, sudah bisa memproses hukum pernyataan provokatif dan bernuansa ajakan untuk konflik SARA,”Kata Gustaf di Jayapura, Minggu.(18/9).

Mencegah hal provokatif dan SARA, Kawer meminta kepada pihak penegak hukum untuk bisa membuktikan dan menangkap pelaku penyebaran informasi tersebut sebelum berdampak ke masyarakat luas bukan malah membiarkan hingga berdampak buruk ke masyarakat.

“Buktikan aparat penegak hukum!, masih ada dengan menangkap pembuat pernyataan ini 1 X 24 Jam sejak pernyataan ini dikeluarkan,”Katanya.

Ia menjelaskan informasi yang dibagikan Gerakan Masyarakat Nusantara di Papua dengan nama, Agus Miftah, Sekretaris Tariq itu, jelas mengandung pasal pengasutan pengancaman yang seharusnya bisa dikenakan pasal ITE kepada penangungjawab hingga yang menyebarkan.

“Pasal penghasutan, pengancaman, ITE sudah pantas untuk dikenakan pada yang bersangkutan,”Kata Gustaf.

Adapun pesan berantai yang dimaksud berisikan Himbauan 1. Mulai hari senin bersiaga di setiap Mesjid 2. Liburkan anak-anak mulai hari senin 3. Anak muda laki-laki siapkan benda tajam di rumah masing-masing 4. Ibu-ibu siapkan makan dan minum 5. Bagi yang memiliki usaha sumbangkan makan minum ke setiap mesjid terdekat untuk mulai bersiaga pada hari senin di mesjid masing-masing 6. Alamat dan data diri Kordinator demo sudah kami kantongi bila terjadi sesuatu terhadap warga nusantara di Papua maka Kordinator bersama keluarga siap kami bantai (Kordinator adalah salah satu dalang rasis 2019.Gerakan Masyarakat Nusantara di Papua.(oel/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *