Ada Teriakan ‘Woi DPR’

Lepania Dronggi membawakan orasi di halaman kantor DPR Papua pada Jumat (16/9). Pendemo meminta agar kasus mutilasi segera dituntaskan. Massa sempat kesal karena hampir dua jam berorasi mereka belum ditemui anggota DPRP. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Demo yang dilakukan di halaman DPR Papua terkait kasus mutilasi di Mimika kembali disuarakan. Kelompok yang sama seperti pekan kemarin datang untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Massa yang berjumlah sekitar 20 an orang ini tiba di kantor DPRP sekira pukul 13.00 WIT.

Sebelumnya massa yang dikomandoi Lepania Dronggi ini sempat berorasi di Lingkaran Abepura. Hampir 3 jam di Abepura, kelompok yang berisi pemuda dan mahasiswa itu akhirnya difasilitasi oleh Polresta menuju kantor DPRP. Hanya saja setelah satu setengah jam berorasi ternyata tak satupun anggota DPRP yang datang menemui pendemo.

Karena kesal orator akhirnya berbicara dengan nada tinggi mempertanyakan dimana anggota DPRP.

“Woi.. disini ada anggotanya tidak (anggota DPRP) tidak? Kalau ada tolong turun dan keluar” kata koordinator aksi Lepania.

Ia bahkan berkali kali berteriak Woi dan meminta anggota DPRP siapapun segera menemui pendemo.

“Katanya DPRP  melayani rakyat tapi sekarang mana?, Woi staf mana tolong sampaikan atau saya akan pimpin massa duduki kantor ini,” koar Lepania. Orator lain meminta DPRP keluar.

“Jangan seperti cacing kepanasan segera keluar,” imbuh Benny Murib. Benny di depan Kapolresta juga sempat mewanti jika anggota DPRP tidak turun menemui mereka maka bisa saja gedung DPRP dibakar.

“Tolong koordinasi kan sebab klo lama lama bisa emosi kami bisa bakar juga sebab ini gedung rakyat,” celotehnya sambil berlalu. (Ade/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *